Irwandi Nashir Tekankan Pentingnya Memelihara Hasil Perjuangan

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

1473
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Ustadz Dr. Irwandi Nashir, menyampaikan ceramah subuh di Masjid Ansarullah Muhammadiyah dengan tema sentral “Memelihara yang Telah Dibangun”. Dalam kajiannya, beliau mengutip Surah Al-Baqarah ayat 266 sebagai landasan utama, menggambarkan perumpamaan kebun subur yang hancur karena tidak dirawat.  
  
 Irwandi Nashir menjelaskan, ayat tersebut mengajarkan bahwa membangun sesuatu memerlukan perjuangan, tetapi memeliharanya lebih berat. “Seperti gedung yang dibangun 5 tahun bisa runtuh dalam 5 menit, begitu pula perjuangan organisasi dan keimanan jika tidak dijaga,” ujarnya. Beliau menekankan pentingnya regenerasi dalam Muhammadiyah, yang akan genap berusia 100 tahun di Ranah Minang pada 2025. “Tanpa kader yang kuat, aset dan perjuangan Muhammadiyah bisa hilang seperti kebun dalam ayat itu,” tegasnya.  
  
Dalam ceramahnya, Buya Irwandi memaparkan tiga tingkat pemeliharaan (riayah):  
1. Ri'ayatul A'maal: Memelihara amal dengan ilmu dan keikhlasan.  
2. Ri'ayatul Ahwaal: Memelihara suasana dengan menciptakan ketenangan melalui kejujuran, merujuk Surah At-Taubah ayat 119.  
3. Ri'ayatul Auqoot: Memelihara waktu sebaik mungkin dengan amal-amal sholeh. 
  
Beliau menyoroti kondisi lokal, seperti perlunya revitalisasi sekolah dan masjid Muhammadiyah yang mulai usang. “Masjid Ansarullah dan Panti Asuhan Putra dipastikan harus terus dipelihara dengan terencana dan terukur," tegas Irwandi Nashir yang juga Dosen tetap diUIN Bukittinggi itu. 

Selain itu, beliau mengingatkan ancaman aliran sesat yang menyusup ke daerah terpencil, menekankan pentingnya membentengi masyarakat dengan pemahaman agama yang benar.  
  
Ustadz  Irwandi Nashir mendorong warga Muhammadiyah untuk aktif dalam pengkaderan, termasuk mempersiapkan imam, khatib, dan pengurus masjid. “Target Mei ini, setiap ranting harus memiliki minimal 7 pengurus baru,” ajaknya. Beliau juga mengingatkan agar keluarga Muhammadiyah mendidik anak-anak dengan ilmu dan iman agar tidak menjadi zurriyatun du’afa (keturunan lemah) yang merusak warisan orang tua.  
  
Ceramah ditutup dengan ajakan agar masyarakat tetap konsisten dalam memelihara amal, kejujuran, dan waktu. 

“Memelihara lebih sulit daripada membangun, tetapi inilah ujian kesungguhan kita,” pungkas Ustadz Irwandi. Kegiatan ini dihadiri jemaah subuh yang antusias, termasuk penggerak aktif Muhammadiyah setempat.

Ceramah ini menegaskan komitmen Muhammadiyah Payakumbuh dalam menjaga eksistensi organisasi melalui penguatan kader dan pemeliharaan aset, sekaligus menjadi refleksi atas tantangan keumatan di era modern.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mendo....

Suara Muhammadiyah

30 June 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema PMM B....

Suara Muhammadiyah

6 October 2025

Berita

MEDAN. Suara Muhammadiyah - Alhamdulillah, Donasi untuk Palestina dari LazisMu tembus Rp 1 Miliar le....

Suara Muhammadiyah

1 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam mengembara di belantara kehidupan, umat Muslim jangan bers....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah