Jalur Sutera Modern dan Kebangkitan Ekonomi China dan Asia

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
45

Jalur Sutera Modern dan Kebangkitan Ekonomi China dan Asia 

Oleh: Buya Anwar Abbas

Jalur Sutera (Silk Road) adalah jaringan rute perdagangan kuno yang terbentang ribuan miles menghubungkan wilayah Timur dan Barat, khususnya Tiongkok dan Eropa. Jalur ini tidak hanya sekadar jalur distribusi kain sutera tapi lebih dari itu karena pada masa itu telah menjadi sarana penting bagi terjadinya pertukaran rempah-rempah, teknologi, agama, dan kebudayaan antar peradaban-peradaban besar dunia. 

Rute perdagangan ini sengaja dihidupkan kembali guna mengingatkan dunia akan kearifan dunia Timur yang ingin berbagi dengan sesama untuk menebarkan kemakmuran. 

Untuk itu, China telah membangun Urumqi International Land Port Area (ILPA) di atas tanah seluas 67 km persegi. Area yang akan menjadi gerbang utama jalur sutera ekonomi modern. Karena tempat ini merupakan pusat logistik dan perdagangan darat berskala masif yang menghubungkan Asia dan Eropa. 

Di lokasi yang cukup luas ini digabungkan berbagai moda transportasi bagi terciptanya konektivitas yang efektif dan efisien antara darat dan kereta api. Jadi land port ini akan menjadi pusat kereta barang (China-Europe express) menuju ke Asia Tengah, dan Eropa. 

Di lokasi ini akan berlaku one stop service atau pelayanan satu atap sehingga akan memangkas waktu tunggu pengiriman barang antara China dan negara-negara mitranya. Hal ini tentu saja akan memiliki dampak ekonomi yang cukup besar dan luar biasa karena dia akan menghubungkan China secara langsung dan cepat dengan negara-negara di Asia Tengah, Rusia dan Eropa. Sehingga akan membuat Urumqi ibu kota Xinjiang menjadi pusat perekonomian baru di wilayah barat China. 

Hal ini tentu juga akan berdampak positif terhadap kehidupan ekonomi dari negara-negara tetangganya di Asia tengah dan Selatan. Pada waktunya ekonomi di negara-negara tersebut mulai menggeliat, maka pusat kemajuan dan peradaban dunia tentu akan bergeser dari Eropa dan Amerika ke Asia dimana China akan menjadi lokomotifnya. 

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan & Ketua PP Muhammadiyah


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Belajar dari Ruang Kelas yang Sunyi Oleh: Amrizal Saya mulai mengajar sejak semester tiga kuliah ....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Wawasan

Dua Tahun Kepergian Sang Guru Bangsa Oleh: Rumini Zulfikar, Penasehat PRM Troketon "Kemerdekaan it....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Perbincangan kita tentang jihad....

Suara Muhammadiyah

9 October 2024

Wawasan

Harta dan Perempuan: Melampaui Bias Klasik Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Uni....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Wawasan

Tidak Menyakiti dan Mengecewakan Tetangga  Oleh: Mohammad Fakhrudin Topik “Tidak Menyak....

Suara Muhammadiyah

2 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah