Jalur Sutera Modern dan Kebangkitan Ekonomi China dan Asia

Suara Muhammadiyah

19 May 2026

407

Jalur Sutera Modern dan Kebangkitan Ekonomi China dan Asia 

Oleh: Buya Anwar Abbas

Jalur Sutera (Silk Road) adalah jaringan rute perdagangan kuno yang terbentang ribuan miles menghubungkan wilayah Timur dan Barat, khususnya Tiongkok dan Eropa. Jalur ini tidak hanya sekadar jalur distribusi kain sutera tapi lebih dari itu karena pada masa itu telah menjadi sarana penting bagi terjadinya pertukaran rempah-rempah, teknologi, agama, dan kebudayaan antar peradaban-peradaban besar dunia. 

Rute perdagangan ini sengaja dihidupkan kembali guna mengingatkan dunia akan kearifan dunia Timur yang ingin berbagi dengan sesama untuk menebarkan kemakmuran. 

Untuk itu, China telah membangun Urumqi International Land Port Area (ILPA) di atas tanah seluas 67 km persegi. Area yang akan menjadi gerbang utama jalur sutera ekonomi modern. Karena tempat ini merupakan pusat logistik dan perdagangan darat berskala masif yang menghubungkan Asia dan Eropa. 

Di lokasi yang cukup luas ini digabungkan berbagai moda transportasi bagi terciptanya konektivitas yang efektif dan efisien antara darat dan kereta api. Jadi land port ini akan menjadi pusat kereta barang (China-Europe express) menuju ke Asia Tengah, dan Eropa. 

Di lokasi ini akan berlaku one stop service atau pelayanan satu atap sehingga akan memangkas waktu tunggu pengiriman barang antara China dan negara-negara mitranya. Hal ini tentu saja akan memiliki dampak ekonomi yang cukup besar dan luar biasa karena dia akan menghubungkan China secara langsung dan cepat dengan negara-negara di Asia Tengah, Rusia dan Eropa. Sehingga akan membuat Urumqi ibu kota Xinjiang menjadi pusat perekonomian baru di wilayah barat China. 

Hal ini tentu juga akan berdampak positif terhadap kehidupan ekonomi dari negara-negara tetangganya di Asia tengah dan Selatan. Pada waktunya ekonomi di negara-negara tersebut mulai menggeliat, maka pusat kemajuan dan peradaban dunia tentu akan bergeser dari Eropa dan Amerika ke Asia dimana China akan menjadi lokomotifnya. 

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan & Ketua PP Muhammadiyah


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

92 Tahun Pemuda Muhammadiyah Menuju Indonesia Emas Oleh: Rumini Zulfikar (Gus Zul), Penasehat PRM T....

Suara Muhammadiyah

3 May 2024

Wawasan

Oleh: Prof Dr Abdul Mu’ti, MEd Transformasi nilai ibadah qurban merupakan bagian dari upaya u....

Suara Muhammadiyah

15 May 2025

Wawasan

Anak-Anak, Kerupuk, dan Kemerdekaan Oleh : Afita Nur Hayati, Bekerja di Universitas Islam Negeri Su....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Wawasan

Muhammadiyah dan Tantangan Kesejahteraan Bangsa Oleh: Sri Herwindya Baskara Wijaya, Dosen Prodi Ilm....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berpasang-pasangan. Melalui akad perni....

Suara Muhammadiyah

1 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah