Kader Nasyiatul Aisyiyah Harus Adaptif dan Berani Jadi Pelopor Perubahan

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

276
Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Moyo

Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Moyo

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi berakhir. Penutupan berlangsung di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8) dan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Salmah Orbayinah.

Salmah menyampaikan, selamat atas terpilihnya Monica Subastia sebagai Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030. "Ini menjadi awal tanggung jawab Mba Monic dan juga merupakan babak baru perjalanan dakwah Nasyiatul Aisyiyah," ujarnya.

Dengan berakhirnya Muktamar, Salmah mengingatkan, muktamar boleh berakhir tetapi, ini menjadi titik awal pengejawantahan amanah perjuangan dakwah Nasyiatul Aisyiyah. 

"Mba Monic ini baru saja dimulai. Mba Monic harus bisa merangkul semua kader-kadernya," pinta Salmah.

Ia meminta tidak boleh ada sikap saling membedakan. Tak boleh juga ada saling mendukung satu personal, tali kolektivitas itu mesti dibangun dengan kokoh sebagai jangkar utama menguatkan roda kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030.

"Sekarang kita menjadi satu keluarga besar untuk bersama-sama membangun peradaban sesuai tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan," tekannya.

Pada saat yang sama, Salmah mengajak jangan larut di tengah derasnya perubahan arus zaman. "Berubah boleh, tapi harus beradaptasi," tegasnya. Seraya jangan mandeg bergerak menciptakan inovasi dan kreativitas yang melampaui.

"Sekali lagi, kita harus bisa beradaptasi, buatlah perubahan. Tentu itu kemudian bisa memberikan makna yang sangat besar bagi perjuangan Nasyiatul Aisyiyah," tegas Salmah.

Bersamaan dengan itu, Salmah juga mengingatkan, Muktamar ke-15 ini menentukan arah strategis dan arah gerakan selama 4 tahun ke depan. Karena itu, Salmah berharap, seluruh keputusan yang dihasilkan dalam forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman.

"Saya berharap seluruh keputusan yang diambil di Muktamar ini bisa diterjemahkan menjadi sebuah gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi umat, kemanusiaan dan kaum perempuan muda di seluruh Indonesia," tandasnya.

Untuk itu, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dan ikhtiar dengan kesungguhan begitu rupa. Bagi Salmah, hal demikian menjadi sangat penting untuk mengawal arah gerakan dakwah Nasyiatul Aisyiyah ke depan.

"Jadi seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah harus mampu menjadi pelopor perubahan. Dan luruskan niat, teguhkan terus keikhlasan untuk memimpin Nasyiatul Aisyiyah," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah  – Pengelolaan keuangan keluarga secara bijak dan islami menj....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Berita

Bahas Mindfulness, Karakter, Identitas Nasional, hingga Literasi Keuangan Islam AUSTRALIA, Suara Mu....

Suara Muhammadiyah

22 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Permasalahan darurat sampah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ....

Suara Muhammadiyah

8 January 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Keluarga besar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Aceh menyelenggarakan Sila....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (....

Suara Muhammadiyah

9 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah