Kaderisasi untuk Keberlanjutan Gerak Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

22 January 2025

1587
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo Cabang Kasihan, Bantul menghadirkan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ghoffar Ismail. Kehadirannya didapuk menjadi narasumber dalam Pengajian Khusus Anggota PRM pada Jumat (10/1) di Musala Babul Khoir Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Menurut Ghoffar, Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang ditopang dengan semangat tajdid dan tarjih. Hal itu bertujuan untuk menjadikan Islam sebagai agama rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).

“Muhammadiyah menjadi sarana untuk menyebarkan Islam yang “menghidupkan,” dan pemahaman Islam dalam Muhammadiyah adalah pemahaman yang hidup, dinamis, dan jauh dari belenggu tradisi yang statis,” katanya.

Dengan semangat ini, kata Ghoffar, Muhammadiyah berupaya melahirkan umat yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Untuk itu, ia mengajak Pimpinan Persyarikatan, termasuk PRM Tirtonirmolo Barat, untuk senantiasa menggelorakan amal salih baik secara individu maupun organisasi.

“Muhammadiyah selalu mengajak umat untuk bergerak bersama, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan dan sesama umat manusia,” ujarnya.

Pada saat bersamaan, Ia juga mendorong mendorong agar agama Islam dijadikan sebagai inspirasi untuk hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang banyak. “Tanpa melihat latar belakang sosial dan agama,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, Sofriyanto, menegaskan perlunya kaderisasi dalam Muhammadiyah. Menurutnya, perkaderan sebagai proses strategis untuk membentuk, mengembangkan, dan mempersiapkan anggota agar memiliki kualitas, visi, dan semangat yang selaras dengan tujuan Muhammadiyah. 

“Hal ini memastikan adanya generasi dan pemimpin yang siap untuk menjamin keberlanjutan visi dan misi Muhammadiyah dalam jangka panjang,” tegasnya.

Dengan sistem perkaderan yang terencana dan berkelanjutan, sambung Sofri, Muhammadiyah tidak hanya mampu bertahan tetapi juga tumbuh dan berkembang di tengah persaingan yang semakin kompleks. 

“Perkaderan adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi penerus yang tangguh dan visioner,” tandasnya. (Sof/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&rsq....

Suara Muhammadiyah

23 April 2025

Berita

SERANG, Suara Muhammadiyah - Dalam sebuah talk show kebangsaan dengan tema Perlindungan Hukum bagi G....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Di atas permukaan kolam yang tenang, sebuah speedboat kecil bergerak pe....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Perhelatan CRM Award V yang diselenggarakan LPCRPM (Lembaga Pengemba....

Suara Muhammadiyah

2 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sayuti mengat....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah