Kartini dan Nyai Walidah, Dua Tokoh Inspirasi Kemajuan Perempuan Indonesia

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
328
Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes

Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bangsa Indonesia memiliki tokoh perempuan yang berdedikasi dalam bergumul dalam memperjuangkan kemerdekaan, yaitu Raden Ajeng Kartini. 

Disebut Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, tokoh ini memberikan gagasan-gagasannya terkait emansipasi perempuan.

“Gagasannya tertuang dalam kumpulan surat kepada para sahabatnya yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang,” tuturnya, Kamis (16/4) saat Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode ke-26 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta.

Salmah menyigi, sisi distingtif dari tokoh perempuan berasal Rembang, Jawa Tengah itu. Ketika itu ia menghadiri pengajian di tempat pamannya, yang juga Bupati Jepara (Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat). 

Dikisahkan, bahwa dalam pengajian tersebut, hal yang disampaikan ihwal menyingkap surat Al-Fatihah. Salah satu pemateri pengajian yaitu Kiai Soleh Darat (Murid KH Ahmad Dahlan).

“Membuat Kartini berpikir bahwa ternyata dengan mengetahui makna dari ayat Al-Qur’an yang dibaca membuka sisi gelap yang selama ini dirasakan,” beber Salmah.

Tidak stagnan di satu surat saja. Bersambung di Surat al-Baqarah ayat 257, yang ini menjadi titik pencerahan Kartini untuk semakin meneguhkan kehidupannya ke arah terang benderang.

“Dan kemungkinan judul dari habis gelap terbitlah terang terinspirasi dari surat ini,” sebut Salmah.

Di lain sisi, ‘Aisyiyah juga punya tokoh perempuan yang sangat berpengaruh; Nyai Walidah Dahlan. Tokoh ini, menurut Salmah, juga sama-sama berjuang bagi kemajuan perempuan.

“Bedanya Kartini dari ide dan gagasan yang menginspirasi, maka Ny Walidah melalui gerakan aksi yang dilembagakan dan berkelanjutan. Tidak membandingkan tapi saling melengkapi,” tegasnya.

Jika mengobjektivikasi kedua tokoh tersebut dengan generasi muda saat ini, pinta Salmah, mesti terus semangat dalam menuntut ilmu. Yang hal demikian itu, mesti diikat oleh keimanan dan juga aktualisasi dengan apa yang telah diperoleh.

“Jangan pernah berhenti menjadi manusia pembelajar. Sebaik-baik ilmu akan memberikan teladan perbuatan yang terus mengalir untuk kemanfaatan hidup bersama, bukan semata memberikan kesejahteraan bagi pribadi dan keluarga,” tegasnya, sekali lagi.

Dalam menghadapi perubahan zaman, Salmah memaparkan tiga kompetensi utama yang perlu dimiliki lulusan, yakni kompetensi teknis seperti literasi digital dan keterampilan kecerdasan buatan (AI).

Demikian juga, kompetensi perilaku seperti etika, berpikir kritis, kolaborasi lintas disiplin, dan pemecahan masalah, serta kompetensi pembelajaran berkelanjutan dan inovasi, termasuk kemampuan analisis data dan pengelolaan sumber daya manusia.

Dengan bekal tersebut, ia berharap para lulusan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menegaskan komitmennya ....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Teknologi penunjang layanan kesehatan terus ditingkatkan dalam rangka ....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil memperoleh 5 Anuger....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapanewon Turi menggelar "Pen....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah (UM) Bandun....

Suara Muhammadiyah

13 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah