Kashgar, Kota Orang Uighur dan Kota Musik

Suara Muhammadiyah

21 May 2026

308

Kashgar, Kota Orang Uighur dan Kota Musik 

Oleh: Buya Anwar Abbas  

Kashgar (atau Kashi) adalah kota bersejarah terletak di ujung barat daya Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, China. Kota kuno Kashgar ini luasnya sekitar 3,6 km persegi . Kota ini berada di ujung jalan raya Karakoram yang menghubungkan  China dan Pakistan dan  terkenal sebagai jantung kebudayaan Etnis Uighur (keturunan Turki) yang memiliki bahasa (bahasa Uighur) dan tradisi yang lebih dekat dengan  rumpun Asia Tengah dibandingkan  dengan kebudayaan mayoritas tiongkok daratan. Bila dikaitkan dengan masa lalu maka Kota ini merupakan saksi bisu persilangan budaya, agama, dan rute perdagangan antara Tiongkok, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Eropa.

Arsitektur bangunan di kota ini tampak dominan bergaya tradisional Timur Tengah/Asia Tengah. Di kota ini terdapat Masjid Id Kah yang sudah sejak lama menjadi lambang Kashgar Kuno. Masjid ini mulai dibangun pada 1442 dan sudah bersejarah 600 tahun lebih hingga saat ini. Kompleks bangunan Masjid Id Kah dibangun dengan arsitektur etnis setempat dan sangat kental nuansa agama Islamnya. 

Di daerah Kashghar jumlah mesjid sangat banyak yaitu sekitar 10.000 masjid dan mesjid Id Kah merupakan salah satu mesjid terbesar di China. Kota Kashghar dikenal sebagai pusat budaya uighur dan musik merupakan salah satu daya tariknya. Nyaris setiap malam di kota tua kashghar diselenggarakan pertunjukan musik tradisional uyghur dan tarian spontan. Bahkan mereka juga sering menyelenggarakan festival musik dan tari dengan mengundang seniman dari berbagai latar belakang. Biasanya mereka memakai pakaian yang berwarna warni. 

Menurut informasi di malam hari suka bercampur antara panggilan azan dari Masjid Id Kah dengan musik di kafe dan obrolan pedagang di pasar. Alat musik mereka merupakan perpaduan antara budaya musik Timur Tengah dan Asia Tengah. Mereka punya alat musik berdasarkan cara memainkannya. Alat musik petik yang terkenal adalah rawap yang memiliki leher panjang di hiasi dengan tanduk memiliki 5-7 senar. Sementara alat musik geseknya ghijak dan khustar yang suaranya mirip biola, alat musik pukul adalah rebana dan tiup bernama satar yang kadang dikategorikan orang sebagai alat musik gesek. Luar biasa Khashghar. Cuma sayang di jalan-jalan agak sedikit berdebu.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Agama


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Puasa dan Kesehatan Pekerja  Penulis: Ainur Rachman M.Kes PhD, Dosen Fakultas Kesehatan Masyar....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Wawasan

Oleh: Suko Wahyudi Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama. Iman kepada Allah adalah la....

Suara Muhammadiyah

17 September 2024

Wawasan

Menjaga Kemuliaan Profesi Guru Oleh: Mohammad Fakhrudin Ada tiga amal jariyah yang terus mengalir ....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Wawasan

Pentingnya Menjaga Batik sebagai Warisan Budaya dan Pilar Ekonomi Oleh: Rumini Zulfikar, Penasehat ....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Wawasan

Perdebatan Etika dalam Islam Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andal....

Suara Muhammadiyah

2 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah