Kehadiran Muhammadiyah Sukses Memajukan Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1287
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Belum lama ini Muhammadiyah menerima Penghargaan Zayed Award for Human Fraternity 2024 di The Founder’s Memorial Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi menyebut penghargaan ini sebagai manifestasi dari berjalannya program Muhammadiyah di bidang pemberdayaan masyarakat, kebencanaan, pengembangan kelompok difabel, pembinaan keluarga sakinah, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, dan sebagainya.

“Dan ini penghargaan terhadap jejak langkah Muhammadiyah di seluruh tanah air di mana Muhammadiyah hadir membawa program pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan program-program kemanusiaan lainnya, yang tentu saja dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya saat memberikan amanat di Milad ke-62 dan Peresmian RSU Muhammadiyah Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (20/2).

Muhammadiyah telah sukses memajukan kehidupan bangsa. Buktinya sampai saat ini Muhammadiyah memiliki 123 rumah sakit dan 366 klinik tersebar luas di Indonesia. Tidak hanya itu, di bidang pendidikan Muhammadiyah juga punya 5345 sekolah, 172 perguruan tinggi, dan 440 pondok pesantren. Semua ini, jelas Haedar sebagai wujud nyata kehadiran Muhammadiyah yang membawa qimah (nilai) utama di seluruh jejak pergerakannya.

“Semua itu ada nilai, fondasi, dan sesuatu yang mendasar yang kita yakini. Yaitu Islam. Islam sebagai ajaran yang tidak hanya mengajarkan kita tentang salat dan ibadah mahdah. Tidak hanya mengajarkan kita tentang akidah, tidak sekadar mengajarkan kita membangun akhlak agar manusia tau benar, baik, buruk, salah, dan tidak pantas untuk memilih yang benar, baik, dan memilih orang yang pantas, tetapi meyakini Islam agama yang menyangkut muamalah dunyawiyah,” jelasnya.

Menurut Haedar, Muhammadiyah memandang agama Islam sebagai agama untuk perbuatan (diinul ‘amal). Islam mengajarkan mengenai keyakinan dan pemahaman. Tetapi, itu semua tidak akan berarti jika tidak disertai perbuatan nyata. 

“Kita sebagai muslim, semua orang memiliki keyakinan tentang benar, baik, dan hal-hal utama. Banyak orang juga paham tentang yang benar dan yang baik, tetapi tidak semua orang bisa mempraktikkan kebenaran, kebaikan, dan segala keutamaan itu,” katanya.

Haedar mencontohkan ajaran Kiai Haji Ahmad Dahlan tentang Surat Al-‘Ashr. Surat ini diajarkan kepada murid-muridnya selama tempo delapan bulan sampai betul-betul memahami dan mempraktikkan secara langsung. Dari situ kemudian lahir konsep amal saleh. Haedar mengajak warga Persyarikatan untuk mengoptimalkan semangat dalam beramal saleh.

“Semangat beramal harus tetap hidup dan harus tetap kita hidupkan. Jadi jangan karena ada lembaga Muhammadiyah kita jadi surut beramalnya. Kita berkhidmat lewat Muhammadiyah tapi pada saat yang sama kita juga beramal saleh bahkan ada yang mengeluarkan infak, sedekah, dan wakaf. Karena ingin meraih kebahagiaan di akhirat nanti selain dunia dan anugerah Allah,” ucapnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Sesuai Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah meneta....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Raushan Fikr resmi....

Suara Muhammadiyah

4 January 2026

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal Pimpi....

Suara Muhammadiyah

26 April 2024

Berita

LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Endah Sari Dewi, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Taman Ca....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY baru-baru ini menerbi....

Suara Muhammadiyah

24 February 2024