Kembangkan Model Pemberdayaan, Prodi Ilmu Komunikasi UMS Gelar Kuliah Umum

Publish

4 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1079
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kuliah Umum dengan tema Partisipatori Sebagai Paradigma Alternatif Pemberdayaan Masyarakat di Gedung Auditorium Mohammad Djazman pada Jum’at (29/11). Dalam kegiatan tersebut terdapat dua materi utama, materi pertama Uun Sismiyardi dari Kampung Edukasi Durensari serta Kharolin Hilda Amazona dari Gitarja Bhumi, Sleman. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Sidiq Setyawan, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap agenda ini. Menurutnya, mahasiswa bisa mendapatkan penjelasan empiris berdasarkan pengalaman para narasumber. 

Uun Sismiyardi, dalam pemaparanya menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam hidup bermasyarakat. Menurutnya, ini tidak lain karena generasi muda sebagai agen perubahan harus bisa membawa masyarakat kearah yang lebih baik. Pria yang juga sebagai Bayan di Desa Kembangkuning ini menambahkan bahwa diera digital seperti saat ini, masyarakat harus diberikan edukasi terkait dengan literasi dalam menggunakan teknologi tersebut. “Dunia digital itu seperti dua mata pisau, bisa bermanfaat, namun juga bisa berbahaya jika tidak hati-hati. Maka dari itu, pendidikan literasi kepada masyarakat menjadi sangat penting”, tutur Uun Sismiyardi. 

Sementara itu, Kharolin Hilda menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, pendapatan UMKM di Sleman turun sekitar 80%. Alhasil, banyak UMKM yang gulung tikar dan tidak mampu melanjutkan kegiatan produksi. Melihat fenomena tersebut, perempuan yang akrab disapa Olin ini lalu menginisiasi Gitarja Bhumi Learning Hub. Lemaga ini adalah inisiatif strategis yang bertujuan menjadi pusat pemberdayaan dan dukungan bagi UMKM Perempuan dan UMKM Perempuan dengan Disabilitas di Kalurahan Sariharjo, Kabupaten Sleman melalui layanan, pelatihan, pendampingan, dan dukungan di bidang kewirausahaan. 

“Dalam prosesnya kami juga memanfaatkan SDA lokal dan limbah sayuran rumah tangga untuk dijadikan sebagai produk unggulan. Proyek ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis, namun juga mengatasi isu gender, dan mendorong inklusi serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di pedesaan”, papar Olin dihadapan 250 mahasiswa.

Salah satu peserta, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa acara ini sangat menarik dan memberikan gambaran penuh bagaimana kegiatan pemberdayaan masyarakat berlangsung. Dengan penjelasan komprehensif dan disertai dengan studi kasus dari para praktisi, ia mengemukakan bahwa penjelasan tersebut menvalidasi apa yang selama ini didapatkan di dalam kelas. 

“Acara ini sangat menarik bagi saya, bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Komunikasi Sosial Pembangunan, kuliah umum ini menjadi tambahan wawasan bagi para mahasiswa bagaimana proses pemberdayaan yang terjadi di masyarakat. Hal ini sebagai modal kami untuk dalam menyusun program komunikasi pembangunan” ujar Farhan mengakhiri pembicaraan. (imn)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI)....

Suara Muhammadiyah

10 December 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pembinaan Kesehatan Umum P....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di kompleks pelataran masjid Baitul Makmur Panaragan Jaya Uta....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

BANDUNG  Suara Muhammadiyah – Abdul Hakim Ghibran, mahasiswa prodi Psikologi UM Bandung, ....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta menggel....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah