MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Melimpahnya potensi sumber daya lokal di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang mendorong dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengembangan produk olahan pepaya dan penguatan wisata halal di Umbul Banyuroso. Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Wilayah yang memperoleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 untuk tahun kedua.
Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki Desa Sumberarum agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. "Desa Sumberarum memiliki potensi yang besar, baik dari sektor pertanian maupun pariwisata. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan," jelasnya.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan stik pepaya yang diikuti 10 ibu-ibu Desa Sumberarum pada Jumat (31/7). Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pepaya yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk buah segar.
Menurut Santi, inovasi produk olahan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. "Selama ini pepaya umumnya dijual dalam bentuk buah segar dengan harga yang relatif rendah. Melalui inovasi pengolahan menjadi makanan ringan, pepaya diharapkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat," ujarnya.
Adapun tim masih melakukan berbagai uji formulasi untuk menemukan komposisi bahan dan resep yang menghasilkan cita rasa serta kualitas produk yang optimal.
Lebih lanjut, Santi mengatakan, selain pengembangan produk pangan, tim pengabdian juga melakukan pendampingan di objek wisata air panas Umbul Banyuroso sebagai upaya optimalisasi potensi wisata halal di Desa Sumberarum. Pendampingan difokuskan pada penguatan promosi digital dan peningkatan kualitas layanan wisata. “Dalam pelatihan pengelolaan media sosial, peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari pengambilan foto dan video, proses penyuntingan konten, hingga pemahaman mengenai karakteristik dan mekanisme kerja media sosial agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk menjangkau wisatawan lebih luas,” tuturnya.
Di sisi lain, tim pengabdian bersama pengelola juga mendorong penerapan prinsip-prinsip wisata halal melalui penyediaan fasilitas yang lebih ramah bagi pengunjung, seperti pemisahan kamar mandi dan ruang bilas laki-laki dan perempuan, penyediaan area musala, serta peningkatan aspek kebersihan dan keamanan di kawasan kolam. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat Umbul Banyuroso sebagai destinasi wisata air yang nyaman, ramah keluarga, dan selaras dengan prinsip wisata halal.
Salah satu peserta pelatihan, Titi Handayani, mengaku memperoleh pengalaman baru dalam mengolah hasil pertanian yang selama ini banyak tersedia di desanya. "Sangat bermanfaat, bisa menambah ilmu dan pengalaman baru dalam mengolah pepaya menjadi makanan ringan," tuturnya.

