JEPARA, Suara Muhammadiyah – Komitmen dakwah sosial Muhammadiyah di bidang pendidikan dan pengasuhan anak yatim dhuafa kembali diperkuat melalui penyerahan wakaf Gedung Al Iman Asrama LKSA Putra Mustadl’afin Muhammadiyah Bangsri. Prosesi serah terima wakaf dari Hj. Nurhidayati Nikmah, pengusaha transportasi Rimba Raya, kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bangsri dilaksanakan pada Ahad (18/1/2026).
Gedung megah yang kini menjadi asrama dan pusat pembinaan santri itu diharapkan mampu menunjang proses pendidikan yang lebih layak dan bermartabat. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran PCM dan PCA Bangsri, keluarga besar H. Sulkhan dan Hj. Nurhidayati Nikmah selaku pewakif, pengurus LKSA, para santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Bangsri, serta tamu undangan lainnya dengan jumlah sekitar 200 orang.
Ketua LKSA Muhammadiyah Bangsri, Achmad Furqon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wakaf Gedung Al Iman memiliki nilai strategis dan spiritual yang mendalam. Menurutnya, keberadaan gedung ini menjadi sarana penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak asuh.
“Gedung ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi menjadi tempat tumbuhnya harapan, ilmu, dan akhlak generasi penerus. Semoga menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir bagi keluarga pewakif,” tutur Achmad Furqon.
Sementara itu, perwakilan keluarga pewakif, H. Sulkhan, menegaskan bahwa wakaf tersebut dilandasi niat agar gedung dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Ia berharap Gedung Al Iman dapat hidup sebagai pusat pendidikan, pembinaan, dan perkaderan Muhammadiyah.
“Jangan sampai gedung ini hanya berdiri megah tanpa aktivitas. Harapan kami, tempat ini menjadi ladang amal yang terus memberi manfaat, karena sebaik-baik amal adalah yang pahalanya tidak terputus,” ungkapnya.
Ketua PCM Muhammadiyah Bangsri, H. Suharman, S.Pd., menyambut baik amanah wakaf tersebut dan menyatakan kesiapan PCM untuk mengelola gedung secara maksimal. Ia menegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus sejalan dengan penguatan kualitas pembinaan keagamaan dan keilmuan para santri.
“Fasilitas yang baik harus diimbangi dengan pembinaan yang berkualitas. Para ustadz dan ustadzah akan kami dorong untuk terus meningkatkan peran pendampingan agar santri tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan mandiri,” tegasnya.
Rangkaian acara ditandai dengan penyerahan sertifikat wakaf, penandatanganan prasasti, serta pembacaan puisi oleh santriwan Anwar Syarif Hidayatullah berjudul “Untuk Si Hati Dermawan” karya Bayu Aji Ramadhan yang mengundang suasana haru.
Kegiatan ditutup dengan santunan anak yatim, doa bersama, dan pemotongan pita oleh Hj. Nurhidayati Nikmah sebagai simbol dimulainya pemanfaatan Gedung Al Iman. Dengan diresmikannya gedung ini, LKSA Putra Mustadl’afin Muhammadiyah Bangsri memasuki fase baru dalam memperkuat peran dakwah sosial dan pembinaan generasi berkemajuan.

