Kesadaran Kolektif Ihwal Gotong Royong

Publish

16 May 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
817
Foto SM

Foto SM

Kesadaran Kolektif Ihwal Gotong Royong

Judul: Bumikan Gotong Royong

Penulis: Sutia Budi

Penerbit: Suara Muahammadiyah

ISBN: 978-623-530-313-0

Tebal: 123 halaman

Kehidupan yang bercorak majemuk seperti identitas autentik yang dimiliki bangsa Indonesia ini menjadi niscaya tidak bisa terlepas dari ikatan kebersamaan. Indonesia bergelintar aneka agama, suku bangsa, bahasa, ras, dan golongan menjadi titik temu kebersamaan yang perlu dibingkai dalam satu tarikan napas berkelindan dengan Pancasila sebagai warisan mahal dari Presiden Soekarno.

Dalam lintasan sejarah, tampak jelas bagaimana Presiden Soekarno mematangkan Pancasila agar betul-betul tertancap di dalam tubuh bangsa. Utamanya dapat di ejawantahkan oleh warga masyarakat secara universal. Kehendak dari Bapak Proklamator itu dengan kelahiran Pancasila, dapat mempersatukan tanpa terjadinya diskriminasi yang menyebabkan terkoyaknya tenun kebangsaan dan keindonesiaan.

Salah satu aktualisasi dari penghayatan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara muncul semangat kegotong-royongan. Sebab gotong royong menjadi fondasi bagaimana negara ini dapat kokoh menjulang. Dalam pidato Bung Karno dikatakan, “Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong-royong! Alangkah hebatnya! Negara gotong-royong”. Dari sinilah, kesadaran epistemologi gotong-royong menjadi pemandu warga masyarakat untuk makin dibumikan agar tidak pupus dari jatidiri bangsa.

Sutia Budi melukiskannya secara terintegratif lewat buku ini. Walaupun pada buku ini tidak secara spesifik menguraikan substansi gotong-royong, akan tetapi sudah cukup kuat untuk mengingatkan kepada manusia relevansinya gotong-royong kepada sesama makhluk. Dari uraian yang dibentangkan di dalamnya, buku ini sangat relevan untuk dibaca, dihayati, dan diinternalisasikan oleh setiap diri yang sadar pentingnya merawat Pancasila.

Buku ini memuat 4 sub bab materi yang dikemas dengan bunga rampai bahasa renyah, sarat khazanah, dan memberikan pencerahan bagi pembaca. Sutia Budi mencoba mengintegrasikan semangat gotong royong dengan rentetan pelbagai tumpukan permasalahan yang menerpa kehidupan bangsa. Seperti salah satu tulisan berjudul “Menengahi Pertarungan Dua Kutub: Ekonomi Versus Ekologi” (hlm. 19) yang mengingatkan seraya mengajak umat manusia akan pentingnya menjaga dan merawat alam sebagai anugerah terdahsyat dari Tuhan.

Ini niscaya dengan diletakkannya fungsi kekhalifahan dalam jiwa manusia, sehingga wajib hukumnya segenap umat manusia sebagai penduduk di muka bumi untuk memelihara kelestarian alam nan molek itu. Di sini, ditekankan relevansinya gotong royong dalam membangun jaringan ekosistem alam agar tetap kirana berkelanjutan. Alhasil bumi dapat terhindar dari kerusakan (damage) yang muaranya melahirkan bencana alam dan tentunya hal ini sangat merugikan diri kita sendiri.

Semua itu dipicu oleh keserakahan manusia dengan serampangan demi memenuhi kebutuhan-keinginan yang menerabas dan menghalalkan segala cara. Alhasil terjadi krisis ekologi atas tindakan manipulatif-eksploitatif manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya di setiap aras ekosistem mikro-mesomakro di seluruh antero bumi (hlm. 21).

Banyak hal menarik akan ditemukan dalam buku dengan cover menarik ini. Buku ini menyadarkan secara komprehensif perangai warga masyarakat untuk bisa membuka ruang sensitivitas-kontemplatif mengetuk pintu hati agar saling bergotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat, bangsa, dan bernegara. Sebab, hari ini dan ke depan kita akan menghadapi tantangan super kompleks, karena itu segenap warga masyarakat sudah saatnya meneguhkan kembali semangat gotong-royong yang teramat kaya pengajarannya itu. • (Cristoffer Veron P)

Sumber: Majalah SM Edisi 4 Tahun 2023

Beli buku Bumikan Gotong Royong di Toko SM 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Hadlarah

Kepastian Waktu dalam 25 Tahun Judul               : 25 Tahun Ka....

Suara Muhammadiyah

6 May 2024

Hadlarah

Mengaji untuk Ketenangan Hati Oleh: Mohammad Fakhrudin Muslim mukmin pada bulan Ramadhan sanga....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Hadlarah

Panduan Islam Bermedia Sosial M. Husnaini, Ph.D., Dosen FAI UII, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid ....

Suara Muhammadiyah

7 May 2024

Hadlarah

Judul : Dilema Purifikasi Muhammadiyah: Antara Progresivisme dan Konservatisme Penulis : Tafsir Pe....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Hadlarah

Tawakkal dan Ketenangan Jiwa Oleh: Syahbana Daulay Di era yang biasa disebut milenial ini, peran a....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah