ALOR, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Alor diberikan kepercayaan oleh Keluarga Besar jamaah Masjid Ijtihad Pulau Buaya melalui Ketua Panitia Pembangunan untuk melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan masjid Ijtihad Pulau Buaya. Kepercayaan ini merupakan simbol ikatan baik secara kekeluargaan maupun struktural, bahwa di masjid ini akan menjadi corong untuk dilakukannya purifikasi ajaran agama Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Ditemui di kediamannya, Drs. H. Djawas Sokan selaku Ketua Panitia Pembangunan menceritakan semangat awal dibangunnya Masjid Ijtihad Pulau Buaya dan menghubungkannya dengan memilih Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk meletakkan batu pertama
“Masjid ini awal dibangun sejak tahun 1976, semangat yang melandasinya adalah keinginan untuk melakukan pemurnian ajaran Islam agar terbebas dari takhayul, bid’ah dan khurafat. Hal ini juga yang menjadi alasan mendasar kami sepakat memberikan kepercayaan kepada Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk meletakan batu pertama dalam pembangunan masjid ini”. Demikian beliau berkisah.
Lebih lanjut, diceritakan juga prosesi peletakan batu pertama mulai dari keluar rumah besar sampai pada titik dilakukannya peletakan pertama.
“Keluar dari rumah besar, batu yang diletakkan diatas kain dipegang masing-masing sudut oleh perwakilan 8 (delapan) suku yang ada di Pulau Buaya. Ini melambangkan nilai kebersamaan dan pengakuan, kesamaan semangat dan tanggung jawab untuk mendukung kegiatan pembangunan masjid. Batu itu kemudian diserahkan kepada Wakil Bupati Alor yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Alor, kemudian Wakil Bupati menyerahkan kepada Ketua Panitia Pembangunan. Dari sana,batu tersebut diserahkan kepada Drs. Moh. Bajher, M.Pd Kamahi untuk dilakukan peletakan batu pertama.” lanjutnya
Ketika ditanya soal harapan dan target pekerjaannya, tokoh yang juga menjabat pada PW Muhammadiyah Provinsi Bali ini menyampaikan bahwa harapannya mudah-mudahan pekerjaan bisa selesai dalam waktu dua tahun dan dipergunakan seluruh jamaah.
“Harapan kita adalah masjid bisa selesai sesuai dengan waktu yang kita targetkan yaitu dua tahun. Semoga masjid ini bisa digunakan oleh jamaah masjid terutama oleh para generasi muda dalam menjalankan syariat agama, memurnikan ketauhidan, melaksanakan amal-amal sholeh dalam hal akidah, ibadah dan muamalah. Dalam menjalankan syariat agama, tentu kita juga tidak mengenyampingkan hal-hal adabiah, sepanjang hal tersebut tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana pesan yang dibawa oleh KH. Ahmad Dahlan selaku pendiri Organisasi Muhammadiyah. ” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Drs. Moh.Bajher Kamahi, M.Pd selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Alor memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh jamaah Pulau Buaya atas kepercayaan yang diberikan.
“Atas nama pribadi dan Organisasi Muhammadiyah, kami memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh jamaah yang lewat Ketua Panitia Pembangunan telah memberikan kepercayaan kepada kami. Mudah-mudahan hubungan ini tidak berakhir secara simbolis saja, tapi tetap terjaga hubungan baik ini apalagi di Pulau Buaya juga ada Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Karena ini mari kita jadikan ini sebagai sebagai semangat untuk bersama-sama kita memurnikan ketauhidan, berupaya menghindari penyakit takhayul, bid’ah dan khurafat sebagai hal yang diberantas oleh Muhammadiyah.
Di akhir penyampaiannya beliau mengajak kepada seluruh pihak untuk memberikan dukungan baik secara moril maupun materi demi terselenggaranya pekerjaan pembangunan masjid ini
“Kami berharap adanya dukungan dari semua pihak baik secara perorangan maupun lembaga baik secara moril maupun materil untuk sama-sama kita sukseskan pekerjaan pembangunan masjid ini,“ pungkasnya. (raspa)

