KLATEN, Suara Muhammadiyah - Shalat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Klaten berlangsung di Stadion Trikoyo, Jumat (20/3) dengan penuh kegembiraan. Pemilihan tempat ini, kata Iskak Sulistya, sebagai sebuah simbol kebersamaan.
“Stadion ini menjadi titik temu bagi keluarga besar takmir masjid dari wilayah se Klaten Kota dan warga masyarakat muskim di Kota Klaten,” kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah di Klaten tidak hanya terpusat di Stadion Trikoyo. Diungkapkan Iskak setidaknya ada 414 titik lokasi Shalat Id yang disiapkan di seluruh Kabupaten Klaten untuk melayani jamaah pada 20 Maret ini.
Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari bakti organisasi kepada negeri melalui layanan umat di bidang ibadah.
Dalam kesempatan itu, Iskak juga mendudukan pokok masalah perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H.
Baginya, perbedaan merupakan keniscayaan. “Berbeda dalam pelaksanaan Idul Fitri itu sesuatu yang biasa,” tuturnya.
Ia berpesan agar perbedaan ini jangan dijadikan pemecah belahan tubuh bangsa. Tetapi, mesti saling menghormati dan menghargai hatta perbedaan tersebut.
“Perbedaan hari raya bukanlah jurang pemisah, melainkan ruang untuk saling memberi penghormatan," tegasnya.
