SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Jawa Tengah, Selasa (9/6). Audiensi ini diterima dengan baik oleh Nawal Nur Arafah, Ketua TPKK Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Dalam audiensi tersebut, Nawal menyatakan kesediannya menghadiri pembukaan Muktamar NA ke-15 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis-Sabtu (6-9/6) mendatang.
“Insya Allah hadir di Muktamar ya, supaya bertambah kolaborasi programnya,” ujarnya.
Nawal mengapresiasi pemilihan Muktamar NA di Jawa Tengah. Mengapa? Menurutnya Jawa Tengah memiliki program posyandu yang bisa menjadi media strategis untuk layanan disabilitas dan aduan hamil di luar nikah.
“Semoga bisa kerja sama sebagai agenda pemberdayaan keluarga yang tidak berhenti di atas meja diskusi ya,” ucapnya.
Menurutnya, program yang dikembangkan NA memiliki banyak titik temu dengan agenda yang selama ini dijalankan PKK. “Sinergi ini diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi pada tingkat provinsi maupun daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” terangnya.
Bagi PWNA Jawa Tengah, kesediaan Ketua TP PKK untuk hadir dalam pembukaan Muktamar menjadi energi positif di tengah berbagai persiapan yang terus dimatangkan. Sebagai tuan rumah, PWNA Jawa Tengah tidak hanya berupaya menyukseskan penyelenggaraan acara secara teknis, tetapi juga membangun dukungan lintas sektor agar Muktamar menjadi ruang kolaborasi dan penguatan komitmen menjawab berbagai tantangan perempuan dan anak di Indonesia.
Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15 di Solo diharapkan menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kemitraan, memperkuat gerakan perempuan berkemajuan, serta menghadirkan rekomendasi dan aksi nyata yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

