KH Tafsir Tegaskan Bahwa Tradisi Halal Bihalal Perlu Terus Dilestarikan

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

518
Halal Bihalal

Halal Bihalal

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, mengajak warga Muhammadiyah untuk terus melestarikan tradisi halal bihalal sebagai bagian dari penguatan silaturahmi dan dakwah kultural.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal Muhammadiyah Kabupaten Pemalang yang digelar di Pendopo Kantor DPRD Pemalang, Minggu pagi (29/3/2026), dan dihadiri ribuan jemaah.

Dalam tausiyahnya, Tafsir menegaskan bahwa halal bihalal merupakan tradisi khas Nusantara yang memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan sosial sekaligus menyampaikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

"Halal bihalal memiliki multi fungsi, yakni sebuah tradisi yang diserap dari syariat, yaitu syariat silaturahmi yang diturunkan menjadi budaya bangsa, tentu bukan perkara mudah, tapi inilah prestasi dakwah yang luar biasa, bagaimana syariat menjadi budaya," ungkapnya.

Ia menilai halal bihalal sebagai bentuk kreativitas dalam proses islamisasi budaya lokal. Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui pendekatan tekstual, tetapi juga melalui pendekatan budaya.

"Ini kreatifitas islamisasi, islam adalah Quran dan Hadits tapi islamisasi butuh kreatifitas. Inilah bagian dari kreatifitas budaya keagaamaan. sebagai upaya internalisasi dan ideologisasi nilai islam terhadap masyarakat dan budaya Indonesia," kata Tafsir.

Muhammadiyah Pelopor Halal Bihalal

Tafsir juga menyebut bahwa Muhammadiyah menjadi salah satu pelopor tradisi halal bihalal di Indonesia sejak 1930-an sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

"Jadi Muhammadiyah justru yang mengawali halal bihalal, sejak tahun 1930an, Muhammadiyah tidak pernah lupa akan tradisi, yang berfungsi untuk islamisasi, sehingga halal bihalal untuk mentradisikan nilai-nilai islam di tengah masyarakat dan budaya bangsa," ujarnya.

Ia pun mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak ragu dalam mempertahankan tradisi tersebut karena dinilai membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan.

"Muhammadiyah jangan kehilangan kepercayaan diri untum mempertahankan budaya keagamaan itu, sehingga kalimat "mohon maaf lahir batin", "minal aidin wal fa'izin" tidak perlu dihapus dari kartu idul fitri dan spanduk lebaran, tidak perlu dibuang, karena itu bentuk pemaknaan idul fitri sesuai dengan konteks keindonesiaan sehingga jangan dibuang tapi dipertahankan," terang Tafsir.

Selain itu, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tersebut berharap soliditas warga Muhammadiyah, khususnya di Pemalang, semakin kuat serta hubungan dengan pemerintah daerah tetap harmonis.

"Semoga jalinan silaturahmi dan soliditas warga Muhammadiyah Pemalang semakin kuat, dan hubungan dengan pemerinrah daerah harmonis, karena dakwah tidak akan lancar tanpa dukungan penguasa daerah," pungkasnya.

Kegiatan Halal Bihalal Muhammadiyah Pemalang berlangsung meriah dengan kehadiran sekitar lima ribu jemaah yang mengikuti rangkaian acara sejak pagi. (mukhtarom)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CANBERRA, Suara Muhammadiyah - Sabtu, 2 Maret 2024, di Wisma Atdikbud, 19 Culgoa Circuit, O'Malley, ....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SM Tower Malioboro dipenuhi semangat dan antusiasme tinggi menjelan....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengadakan bimbingan teknis....

Suara Muhammadiyah

13 January 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus me....

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Di tengah melonjaknya angka penderita diabetes melitus di Indon....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah