Khutbah Jum’at: Kabut Asap dan Napas yang Sangat Berharga

Suara Muhammadiyah

24 September 2026

307
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum’at: Kabut Asap dan Napas yang Sangat Berharga

Oleh: Muhammad DN, S.Ag, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

 مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي الْقَلْبِ الْحَلِيْمِ وَآلِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمَمْدُوْحِيْنَ

 وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ

Hadirin sidang shalat Jumat rahimakumullah!

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Islam sebagai agama yang sempurna, yang mengatur kehidupan manusia dengan adil dan penuh hikmah. Semoga kita tetap dalam ketaqwaan kepada Allah Swt.  Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin sidang shalat Jumat rahimakumullah

Ada sesuatu yang selama ini kita nikmati tanpa pernah membelinya. Kita hirup setiap detik. Ia tidak terlihat, tidak berwarna, tidak berbunyi, tetapi tanpanya kita tidak akan mampu bertahan hidup. Itulah udara.  

Ketika hutan terbakar, udara bersih berubah menjadi asap. Asap itu menyebar luas, langit menjadi kelabu, dan udara yang biasa kita hirup menjadi tidak sehat.

Di situlah kita belajar sebuah pelajaran filosofis tentang kehidupan: sering kali manusia baru menyadari besarnya sebuah nikmat setelah nikmat itu berkurang. Rasulullah Saw bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu (lalai) padanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Udara bersih adalah salah satu hal yang sangat menunjang kesehatan, tetapi biasanya baru kita sadari ketika udara berubah menjadi asap dan kesehatan mulai terganggu. Selama udara masih bersih, kita tidak pernah bertanya: “Berapa harga satu tarikan napas pagi ini?” Kita bangun, berjalan, bekerja, berolahraga, berbicara, dan beribadah dengan paru-paru yang bekerja tanpa kita perintah. Kita tidak membayar setiap tarikan napas. Kita tidak menerima tagihan dari Allah atas oksigen yang kita hirup.

Padahal ketika seseorang sakit dan membutuhkan oksigen tambahan, udara yang selama ini gratis dapat menjadi sesuatu yang harus diperoleh dengan biaya. Tabung oksigen yang digunakan di rumah sakit memiliki harga dan biaya pelayanan yang berbeda-beda sesuai ukuran, fasilitas, dan tempatnya. Di sana kita melihat sebuah ironi: sesuatu yang selama sehat kita anggap biasa, ketika kita sakit dapat menjadi sangat berharga.

 

Hadirin Jamaah  Jumat rahimakumullah

Mungkin selama ini kita kurang bersyukur atas nikmat udara yang segar. Kita bersyukur ketika memperoleh rezeki berupa uang, kendaraan, rumah, jabatan, atau makanan. Tetapi pernahkah kita bersujud hanya karena pagi ini kita masih bisa menghirup udara yang bersih?

Allah SWT berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”
(QS. An-Nahl: 18)

Udara adalah salah satu nikmat yang sering luput dari perhitungan kita. Ia tidak terlihat, tetapi menentukan hidup. Ia tidak berbentuk, tetapi menghidupkan. Ia tidak kita beli setiap hari, tetapi tanpanya kita tidak dapat menjalani hari.

 

Jamaah yang dirahmati Allah

Paru-paru kita juga sering kita abaikan. Kita meminta tubuh yang sehat, tetapi terkadang tidak menjaga lingkungan yang menjadi sumber kesehatan itu. Kita ingin bernapas panjang, tetapi membiarkan udara dipenuhi asap. Kita ingin anak-anak kita sehat, tetapi lingkungan kita cemari dengan pembakaran sampah sembarangan, asap kendaraan, rokok, dan berbagai bentuk pencemaran lainnya. Kita terkadang memperlakukan udara seolah-olah udara adalah tempat membuang semua yang tidak kita inginkan. Padahal apa yang kita lepaskan ke udara, pada akhirnya dapat kembali kepada kita melalui setiap tarikan napas. Allah telah mengingatkan:

وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ 

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A'raf: 56)

Maka menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan sosial. Ia adalah bagian dari amanah. Ketika kita menjaga udara, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan. Ketika kita mencegah kebakaran hutan dan lahan, sesungguhnya kita sedang menjaga paru-paru bumi sekaligus paru-paru manusia. 

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah

Ketika asap semakin pekat, ternyata bukan hanya paru-paru yang terganggu.  Transportasi darat dapat terganggu karena jarak pandang menurun. Transportasi laut dapat terganggu karena jarak pandang dan kondisi udara. Penerbangan dapat terganggu ketika jarak pandang tidak memungkinkan. Aktivitas pendidikan, perdagangan, pekerjaan, dan pelayanan masyarakat ikut terdampak.

Kalau lapar, masih ada orang lain yang mungkin dapat membantu. Ada makanan yang dapat dibagi. Ada tangan yang dapat mengulurkan bantuan. Kalau haus, mungkin masih dapat ditahan beberapa jam. Kalau kehilangan harta, mungkin harta masih bisa dicari kembali. Kalau kendaraan rusak, mungkin kendaraan dapat diperbaiki. Tetapi ketika udara yang kita hirup sudah tercemar, ke mana kita akan menghindar? Kita tidak mungkin berhenti bernapas. Udara mengajarkan kepada kita bahwa ada nikmat yang begitu dekat sampai-sampai kita lupa bahwa ia adalah nikmat.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Asap membuat alam yang indah menjadi kelabu. Jarak pandang pendek dan matahari tidak terlihat jelas. Lebih dari itu, asap merusak kesehatan, terutama pernapasan seperti ISPA. Dan yang paling sedih, hutan yang terbakar tidak bisa pulih dengan cepat.

Satu pohon mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh. Ekosistem membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Tanah yang rusak tidak seketika kembali subur. Hutan yang terbakar tidak bisa kembali hijau hanya dalam satu atau dua hari.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Demikian khutbah ini disampaikan, semoga setiap tarikan napas kita menjadi pengingat bahwa Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri,  menjaga udara, menjaga kesehatan, dan menjaga kehidupan dan memperbaiki bumi.

 بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ

ٱللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلتُّقَىٰ وَٱلْعَفَافَ وَٱلْغِنَىٰ.

ٱللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا ٱلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا ٱلَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا ٱلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

ٱللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلصَّالِحِينَ، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يُحَافِظُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا.

ٱللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا ٱلْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَٱحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ



Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Muhammad Julijanto Dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Sura....

Suara Muhammadiyah

11 January 2024

Khutbah

Oleh: Dr Muhammad Sa’ad Ibrahim, MA, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah السَّلَامُ �....

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

Khutbah

Khutbah Jum'at: Konsekuensi Tauhid  Oleh: Adi Hamid Fuadi. Staf Pengajar Agama dan AIK Univers....

Suara Muhammadiyah

17 October 2024

Khutbah

Oleh: Dr Eko Harianto, SSosI., MSI, Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo. Anggot....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Khutbah

Oleh: Ahmad Fatoni, Dosen Pendidikan Bahasa Arab FAI-UMM إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّه....

Suara Muhammadiyah

10 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah