Khutbah Jum’at: Kesadaran Membaca Jalan Menuju Kemuliaan Umat

Suara Muhammadiyah

3 September 2026

108
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum’at: Kesadaran Membaca Jalan Menuju Kemuliaan Umat

Oleh: Dr. Edy Nurcahyo, S.H., M.H. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kabupaten Buton

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

 وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

 اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

:قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيم

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Salah satu keistimewaan Islam adalah bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam dimulai dari perintah membaca. Allah berfirman:

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ 

 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-Alaq: 1)

Ayat ini menunjukkan bahwa peradaban Islam dibangun di atas ilmu pengetahuan. Membaca bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan perintah agama yang mengandung nilai ibadah. Allah menghendaki agar umat Islam menjadi umat yang berpikir, mengkaji, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan kehidupan.

Membaca dalam pandangan Islam tidak terbatas pada membaca tulisan yang tertuang dalam lembaran buku. Membaca juga berarti memahami tanda-tanda kebesaran Allah yang terbentang di alam semesta. Para ulama menjelaskan bahwa seorang Muslim diperintahkan membaca dua jenis ayat Allah, yaitu ayat-ayat qauliah yang tertulis dalam Al-Qur’an dan ayat-ayat kauniyah yang tampak pada alam semesta. Dari keduanya lahir ilmu, hikmah, dan kemajuan peradaban.

Karena itulah, Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Allah berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Jamaah yang berbahagia,

Membaca memiliki banyak manfaat. Pertama, membaca memperluas pengetahuan. Dengan membaca, seseorang dapat memahami dunia yang lebih luas daripada pengalaman hidupnya sendiri. Melalui buku dan berbagai sumber ilmu, seseorang dapat belajar dari pengalaman para ulama, ilmuwan, pemimpin, dan orang-orang saleh yang hidup sebelum dirinya.

Kedua, membaca membentuk cara berpikir yang kritis dan bijaksana. Seseorang yang gemar membaca tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia terbiasa menimbang, mengkaji, dan mencari fakta sebelum mengambil kesimpulan.

Ketiga, membaca meningkatkan kualitas ibadah. Bagaimana mungkin seseorang dapat memahami agamanya dengan baik jika ia tidak pernah membaca Al-Qur’an, tafsir, hadis, maupun literatur keislaman lainnya? Semakin luas ilmu seseorang, semakin kuat pula keimanannya kepada Allah.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Sejarah Islam membuktikan bahwa generasi terbaik umat ini adalah generasi yang mencintai ilmu. Para ulama terdahulu rela menempuh perjalanan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun demi mendapatkan satu hadis atau satu pelajaran yang bermanfaat. Mereka membaca, menulis, menghafal dan mengajarkan ilmu hingga lahirlah peradaban Islam yang pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.

Sebaliknya, kemunduran suatu umat sering kali diawali dengan menurunnya minat terhadap ilmu. Ketika budaya membaca melemah, pemahaman menjadi dangkal, pemikiran menjadi sempit, dan masyarakat mudah terpecah oleh kebodohan serta informasi yang menyesatkan.

Oleh karena itu, marilah kita menumbuhkan kembali budaya membaca dalam kehidupan kita. Mulailah dari diri sendiri, dari keluarga, dan dari lingkungan sekitar. Biasakan membaca Al-Qur’an setiap hari. Sediakan waktu untuk membaca buku-buku yang bermanfaat. Dorong anak-anak kita untuk mencintai ilmu dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ :قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ , وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Sumber: Majalah SM Edisi 12/2026 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Kesengsaraan Orang Kafir Oleh: Mustofa, Anggota PRM Sedayu, Magelang إِنَّ الحَمْدَ �....

Suara Muhammadiyah

31 October 2024

Khutbah

Oleh: Aeger Kemal Mubarok, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Tasikmalaya الْحَمْد�....

Suara Muhammadiyah

26 February 2026

Khutbah

Oleh: Dr Eko Harianto, MSI, Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo & Aktivis M....

Suara Muhammadiyah

25 December 2025

Khutbah

Oleh: Lulus Bektiyono, Kader Muhammadiyah PCM Bukit Duri  اَلْـحَمْدُ لِلَّه�....

Suara Muhammadiyah

3 July 2025

Khutbah

Memelihara Fithrah dan Tugas-Tugas Mulia Manusia  Oleh : Dr. Drs. Immawan Wahyudi, MH, Dosen F....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah