Khutbah Jum'at: Piala Dunia Sepak Bola, Berkah Atau Maksiat?

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

410
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum'at: Piala Dunia Sepak Bola, Berkah Atau Maksiat?

Oleh: Muhammad DN, S.Ag, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan

Khutbah pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،

 مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

 اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي الْقَلْبِ الْحَلِيْمِ وَآلِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمَمْدُوْحِيْنَ

 وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،

 وَبَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّاوَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah!

Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Shalawat dan salam terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw, para sahabat dan kerabat beliau hingga akhir zaman.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah!

Dalam beberapa tahun sekali dunia disibukkan oleh pesta olahraga terbesar, yaitu Piala Dunia Sepak Bola. Miliaran manusia menyaksikannya. Banyak orang begadang, berkumpul, bahkan mengeluarkan biaya yang besar demi menonton pertandingan.

Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan bersikap adil. Tidak boleh langsung memberikan nilai negatif atau positif terhadap sesuatu. Pun kita tidak boleh tergesa-gesa mengharamkan ataupun membolehkan secara mutlak. Tindakan bijak tentunya melihat manfaat dan mudaratnya berdasarkan syariat.

Dalam kajian ilmiah, ada beberapa manfaat atau kebaikan yang diperoleh dari kegiatan olah raga sepak bola, manfaat itu di antaranya:

Pertama;Membangun kerja sama tim. Sepak bola mengajarkan bahwa kemenangan tidak diraih sendirian, tetapi melalui kerja sama. Hal ini ibarat dan cerminan kehidupan. Di lapangan, satu orang sehebat apapun tidak akan bisa menang jika bermain sendiri. Ada yang jadi kiper, bek, gelandang, dan striker. Ada yang bertugas bertahan, ada yang menyerang. Semua harus saling percaya, saling mengumpan, dan saling menutupi kekurangan. Tim yang hebat adalah tim yang seluruh anggotanya menjalankan tugas masing-masing.

Kedua; Menanamkan sportivitas. Dalam olahraga terdapat aturan yang harus dipatuhi, menghormati wasit, menerima kemenangan maupun kekalahan. Kekuatan bukan hanya fisik, tetapi juga kekuatan akhlak menerima hasil pertandingan.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah!

Kemudian manfaat berikutnya; Menjaga ketahanan fisik. Olahraga menjaga kesehatan tubuh sehingga seorang Muslim lebih mampu beribadah. Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah."

(HR. Muslim)

Keempat; Menunjukkan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan

Kesuksesan sebuah tim nasional bukan hasil instan, tetapi buah pembinaan bertahun-tahun.

Keberhasilan membutuhkan proses, kesabaran, dan disiplin.

Kelima; Disiplin dan tanggung jawab. Sepak bola dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai disiplin. Disiplin waktu, disiplin aturan, disiplin diri, disiplin kerja sama, dan disiplin tanggung jawab yang dipelajari di lapangan akan terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di tempat kerja, maupun dalam beribadah.

Demikian juga setiap kesalahan di lapangan harus diakui dan diperbaiki bersama. Tim yang kalah harus melakukan evaluasi. Dari sini tumbuh sikap tanggung jawab, tidak menyalahkan orang lain, dan mau belajar dari kesalahan.

Keenam; Menjadi sarana hiburan yang mubah. Islam tidak melarang hiburan selama tidak melalaikan dan tidak mengandung kemaksiatan. Rasulullah Saw. pernah membiarkan orang-orang Habasyah bermain tombak di masjid sementara beliau memperlihatkannya kepada Aisyah r.a. (HR. Bukhari dan Muslim). Ini artinya, hiburan memiliki tempat dalam Islam selama berada dalam batas syariat.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah!

Namun demikian, di sisi lain ada juga mudarat permainan sepak bola, antara lain:

Pertama; Banyaknya kecurangan. Kecurangan itu bisa berupa Suap, pengaturan skor, diving, hingga manipulasi pertandingan.

Seterusnya; Maraknya perjudian. Banyak pertandingan dijadikan ajang taruhan. Judi menghancurkan ekonomi keluarga dan merusak akhlak masyarakat.

Selanjutnya; Waktu habis untuk tontonan. Sebagian orang begadang berhari-hari hingga meninggalkan shalat, pekerjaan, bahkan kewajiban terhadap keluarga. Hal ini Allah Swt mengingatkan dalam surah Al-Mu’minȗn ayat 115:

أَفَحَسِبۡتُمۡ أَنَّمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ عَبَثٗا وَأَنَّكُمۡ إِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُونَ 

Artinya: 

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”.

Mudarat lain yang bisa ditimbulkan dari olahraga ini; Kerugian finansial. Tidak sedikit orang menghabiskan uang untuk tiket, taruhan, perjalanan, atau membeli berbagai atribut secara berlebihan.

Demikian juga; Ikhtilat dan terbukanya aurat. Di stadion sering terjadi campur baur laki-laki dan perempuan tanpa batas syariat, disertai terbukanya aurat dan berbagai kemaksiatan.

Berikutnya; Fanatisme yang berlebihan. Tidak sedikit perselisihan, permusuhan, bahkan tawuran terjadi hanya karena membela klub atau negara. Hal ini menjadikan olah raga ini kerap kali memicu perbuatan negatif yang semestinya harus dihindari dengan akal dan pikiran yang jernih.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah!

Kesimpulannya, olahraga sepak bola bukanlah tujuan hidup. Ia hanyalah sarana. Manfaat dan mudarat selalu ada. Namun jika bisa memanfaatkan kebaikan yang ada pada olahraga ini dan meminimalisir kemudaratan yang terjadi akan mendatangkan hasil positif dan bernilai mubah serta sesuai dengan syariat. Namun jika tidak nilai negatifnya lebih banyak, dapat dikategorikan kepada perbuatan maksiat dan dosa yang mesti dihindari.

Marilah kita menjaga keseimbangan dalam hidup. Islam tidak melarang kita menikmati olahraga dan hiburan, namun jangan sampai hiburan mengalahkan ibadah, jangan sampai pertandingan membuat kita meninggalkan shalat, dan jangan sampai kecintaan kepada tim lebih besar daripada kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ . بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ.

ٱللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلتُّقَىٰ وَٱلْعَفَافَ وَٱلْغِنَىٰ.

ٱللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا ٱلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا ٱلَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا ٱلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

ٱللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلصَّالِحِينَ، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يُحَافِظُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا.

ٱللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا ٱلْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَٱحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Cristoffer Veron P إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَس....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Khutbah

Oleh: Safwannur, Alumnus Ponpes Ihyaaussunnah Lhokseumawe, Aceh dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammad....

Suara Muhammadiyah

1 May 2025

Khutbah

Khutbah Jumat Sakitnya Mati Oleh Deri Adlis. SHI إِنَّ اْلحَمْدَ لِلّهِ نَح....

Suara Muhammadiyah

4 August 2023

Khutbah

Khutbah Jum'at: Piala Dunia Sepak Bola, Berkah Atau Maksiat? Oleh: Muhammad DN, S.Ag, MHI, Ketua PD....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Khutbah

Oleh: Safwannur إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَع�....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah