SUKABUMI, Suara Muhammadiyah – Komitmen meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Melalui program Hibah Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat, keduanya mengawali rangkaian pendampingan bagi PKBM Aisyiyah Walidah melalui kegiatan Pengembangan Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Berbasis Kebutuhan Masyarakat dan Nilai Islam yang berlangsung pada 16 Juni 2026 di GLHA (Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah), Jampang Tengah.
Kegiatan diikuti oleh pengelola dan tutor PKBM Aisyiyah Walidah yang akan menjadi ujung tombak penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di wilayah Jampang Tengah. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh diskusi. Para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga berdialog mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam menyelenggarakan pendidikan nonformal di masyarakat.
Tiga narasumber dari unsur pemerintah dan praktisi pendidikan masyarakat hadir untuk memberikan penguatan. Hamdani, S.Pd., M.Si., MM, Kabid Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Masyarakat dan Layanan Masyarakat (PML), mengulas arah kebijakan pendidikan kesetaraan di Indonesia. Selanjutnya, H.E. Dike Mariske, S.Pd., M.Pd., Kim, Pengawas KCD Wilayah 5, memaparkan strategi membangun PKBM yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara Syahdani Marwan, S.Pd., Penilik PKBM Jampang Tengah, berbagi pengalaman mengenai praktik baik penyelenggaraan PKBM di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian pengabdian yang akan berlangsung hingga Juli 2026.
Setelah sesi tatap muka, para tutor akan mendapatkan pendampingan secara daring untuk menyusun kurikulum operasional, perangkat pembelajaran, asesmen, hingga strategi implementasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik warga belajar pendidikan kesetaraan.
Pendampingan ini menjadi penting mengingat PKBM tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan Paket B dan Paket C, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui pendidikan nonformal, masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan literasi, numerasi, kecakapan hidup, hingga keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi.
PKBM Aisyiyah Walidah sendiri merupakan lembaga yang relatif baru. Berdiri pada tahun 2025 di bawah naungan Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sukabumi, kehadirannya merupakan hasil sinergi antara Pimpinan Pusat Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, serta jajaran Pimpinan Daerah dan Cabang Aisyiyah Kabupaten Sukabumi.
Proses pendiriannya diawali melalui Pelatihan Pendirian PKBM yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat pada Januari 2025. Setelah melalui serangkaian koordinasi antara PDA, PCA, dan PRA, disepakati bahwa penyelenggara PKBM berada di bawah PCA Jampang Tengah dengan nama PKBM Aisyiyah Walidah. Legalitas lembaga kemudian diperkuat melalui Surat Keputusan Pendirian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 24 Januari 2025, disusul terbitnya Nomor Induk Berusaha pada 1 Februari 2025.
Pendirian PKBM Aisyiyah Walidah tidak terlepas dari kondisi pendidikan di Kecamatan Jampang Tengah yang masih menghadapi persoalan anak dan masyarakat yang tidak menyelesaikan pendidikan formal. Berbagai faktor seperti keterbatasan ekonomi, tuntutan bekerja pada usia produktif, hingga kondisi sosial keluarga menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan secara reguler.
Atas dasar itulah PKBM Aisyiyah Walidah hadir sebagai alternatif pendidikan yang inklusif dan fleksibel. Selain melayani masyarakat usia sekolah yang ingin melanjutkan pendidikan, PKBM juga membuka kesempatan bagi masyarakat dewasa yang membutuhkan ijazah sebagai syarat peningkatan karier, melanjutkan pendidikan, maupun memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik.
Melalui pendampingan yang dilakukan UMMI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, diharapkan PKBM Aisyiyah Walidah mampu memiliki kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kecakapan hidup, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui jalur sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan lembaga pendidikan nonformal yang dekat dengan masyarakat. Dengan kurikulum yang lebih kontekstual dan pendampingan yang berkelanjutan, PKBM diharapkan semakin mampu menjadi ruang belajar sekaligus ruang pemberdayaan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. (diko)

