Konsolidasi Menjadi Kunci Keberhasilan Menjalani Bisnis Ekonomi

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

1045
Prof Dr Haedar Nashir, MSi memberikan arahan saat Simposium Al-Maun di SM Tower Malioboro Yogyakarta. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi memberikan arahan saat Simposium Al-Maun di SM Tower Malioboro Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, saat ini Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah sudah saatnya melakukan lompatan-lompatan besar dalam menyongsong perkembangan ekonomi umat di era global.

Hal itu disampaikan saat Simposium Al-Maun Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah bersama Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Senin (11/8).

“Nah di bisnis, Majelis Ekonomi juga harus belajar, buka pintunya, berijtihad ke situ,” katanya yang didampingi Ketua MEBP PP Muhammadiyah Arif Budimanta dan Ketua LKKS PP Muhammadiyah, yang juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq.

Haedar meminta agar Majelis Ekonomi mesti bergerak dengan dinamika yang terjadi. Dan yang terpenting, jangan sampai alergi dengan gempuran kritikan dari pihak luar.

“Majelis Ekonomi jangan takut terhadap banyak kritik. Oke terima kritik, tapi terus dipertimbangkan. Dan ada hasilnya nanti,” sebutnya.

Dipertegaskan Haedar, bahwa menjadi besar (pengusaha) tidak sekali jadi. “Semua melalui proses,” katanya. Tetapi, ada yang memang diberi jalan lebih cepat, ada pula yang harus menempuh jalan panjang dengan kerja keras dan ketekunan.

“Yang penting, kita konsisten, berjuang, ikhtiar, dan tidak berhenti belajar,” tegasnya.

Hal terpenting lagi ditekankan Haedar, konsolidasi untuk menguatkan jaringan ekonomi Muhammadiyah. “Konsolidasikan apa yang kita miliki. Konsolidasinya dipentingkan di situ,” ujarnya.

Ketika hal demikian sudah terpatri kuat, langkah selanjutnya adalah berani melangkah lebih jauh dengan mulai membangun dan mengelola usaha-usaha bisnis. Yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberi manfaat bagi umat dan masyarakat luas.

“Kita dorong orang-orang kelas menengah untuk kemudian mereka bisa menjadi pebisnis, menjadi orang yang kaya, orang yang berpunya, untuk jadi saudagar, pedagang, bila perlu konglomerat juga. Tapi konglomerat yang religius,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ahmad Nausrau, alumni Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (DIKTILITBAN....

Suara Muhammadiyah

9 October 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ada banyak cara menyambut Hari Guru Nasional yang diperingati s....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Syukuran dan Semarak Puncak Tasyakuran Milad ke-67 Uhamka, Prof. Sudar....

Suara Muhammadiyah

24 November 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Program Studi Magister Hukum Universitas Ahmad Dahlan telah melaksa....

Suara Muhammadiyah

26 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah