Kuliah Tamu Farmasi UMP Sukses, Hadirkan Health Economist dari WHO

Suara Muhammadiyah

12 January 2024

1639
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses gelar kuliah tamu bertajuk Assessing and Communicating the Full Value of Vaccine Assessments secara hybrid. 

Acara menghadirikan narasumber yang ahli dibidangnya, yakni Raymond Hutubessy PhD, ahli ekonomi kesehatan di World Health Organization (WHO), sekaligus visiting professor di Saw Sweee Hock School of Public Health, Singapura. 

Dalam kesempatannya Raymond Hutubessy PhD mengungkapkan inovasi vaksin baru merupakan sebuah prioritas utama untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.

“Misi dari imunisasi yang akan tercapai pada tahun 2030 yakni setiap orang, di manapun dan pada usia berapapun akan mendapatkan manfaat penuh dari vaksin demi kesehatan dan kesejahteraan yang baik,” jelasnya. 

Lebih lanjut ia juga menjelaskan tentang kerangka konseptual Full Value of Vaccine Assessments (FVVA) yang mempunyai berbagai tujuan, seperti: mendorong standarisasi penilaian nilai yang lebih baik antar pemangku kepentingan dan antar bidang penyakit. 

“Tidak hanya itu, melibatkan pengguna akhir atau perwakilan dalam proses pengambilan keputusan, untuk mengkomunikasikan manfaat penuh dari vaksin untuk meningkatkan keselarasan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya. 

Dalam pemaparannya juga menyampaikan tentang alat pendukung keputusan “CAPACITI” untuk program imunisasi nasional yang ada di Indonesia. “Manfaat program imunisasi dan manfaat sistem kesehatan di Indonesia ini antara lain ialah:  memberikan proses yang deliberative dan inklusif yang mencakup berbagai fungsi dalam sistem kesehatan,” jelasnya. 

Manfaat sistem kesehatan di Indonesia lain yakni menghasilkan pengambilan keputusan yang selaras, pendekatan Multi-criteria decision analysis (MCDA) mendorong pengguna untuk mempertimbangkan serangkaian kriteria yang lebih luas. 

“Secara sistematis mengidentifikasi dan merangkum bukti-bukti ketika membuat suatu keputusan terkait imunisasi, pendekatan bertahap membantu mengidentifikasi dan memperjelas kesenjangan bukti penting yang dapat berkontribusi dalam penetapan agenda penelitian baik tingkat nasional maupun regional dan mendorong kolaborasi antar sektor yang berbeda,” jelasnya. 

dijelaskan, CAPACITI akan memberikan nilai dengan memastikan prioritas ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan preferensi negara yaitu seperti peningkatan intervensi imunisasi yang spesifik sesuai konteks negara.

“Peningkatan dampak berkelanjutan dari program Expanded Programme on Immunization (EPI), peningkatan pengembangan produk yang menjawab kebutuhan negara, panduan dan bukti global lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan negara,” pungkasnya. (*/tgr)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dengan bangga melun....

Suara Muhammadiyah

25 May 2024

Berita

Kolaborasi Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dan UPER Edu Tech Tiongkok  MAKASSAR, Suara M....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr. Saidul Amin, MA., me....

Suara Muhammadiyah

9 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pendekatan kesehatan yang mengintegrasikan aspek fisik, psikologis,....

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Sulsel resmi ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah