Lailatul Qadar, Bonus Tuhan yang Kerap Terlewatkan

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

539
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Nadri

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Nadri

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ramadhan tinggal hitungan hari akan berakhir. Dengan waktu yang tersisa ini, niscaya umat Islam menggeliatkan malam-malam terakhrinya untuk memburu Lailatul Qadar.

Terkait konteks ini, Abdul Mu’ti mengibaratkan Lailatul Qadar seperti fenomena midnight sale atau obral tengah malam di pusat perbelanjaan. Menurutnya, Allah memberikan "bonus" pahala besar untuk memotivasi hamba-Nya agar tidak melewatkan sisa waktu Ramadhan.

"Dalam teori marketing, diskon dan bonus hanya bermakna bagi mereka yang membeli produknya. Begitu juga dengan Lailatul Qadar; semurah atau semulia apa pun bonus pahala yang ditawarkan, ia hanya akan didapatkan oleh mereka yang benar-benar 'berbelanja' dengan melakukan ibadah dan iktikaf," kata Mu’ti.

Secara khusus, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengartikan dari kata Lailatul Qadar yang merujuk pandangan Cendekiawan Quraish Shihab. Pertama, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan.

Kedua takaran atau ukuran. “Adalah sebuah malam di mana Allah menurunkan aturan-aturan (Al-Qur'an) sebagai panduan hidup manusia,” tuturnya, saat Ceramah Tarawih di Masjid At-Tanwir, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Ditambahkan yang ketiga, sempit, yakni sempit. Karena waktunya yang terbatas hanya hingga fajar. “Sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi sehingga berdesak-desakan,” jelasnya.

Pada saat yang sama, Mu’ti menyebut, kemuliaan hidup manusia sangat bergantung pada sejauh mana mereka mampu mengamalkan aturan-aturan Allah yang ada dalam Al-Qur'an dengan segenap kemampuan (qadar) yang dimiliki.

"Jika kita mengamalkan syariat Allah dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan kemuliaan dalam kehidupan," tegasnya.

Pada akhir ceramahnya, Mu'ti juga menyinggung tentang harapan agar seluruh umat Islam dapat merayakan Idul Fitri 1 Syawal secara bersama-sama. Beliau mengingatkan bahwa perbedaan pendapat di kalangan umat adalah sebuah rahmat yang harus disikapi dengan bijaksana. (Cris/Nadri)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah - Pengurus Pimpinan Cabang Istimewah Muhammadiyah Malaysia (PCIM) s....

Suara Muhammadiyah

8 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Usia 108 tahun ini bukan merupakan waktu yang sebentar bagi Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

CEBONGAN, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini, Suara Muhammadiyah (SM) memiliki inovasi berkemajuan. ....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Antusiasme peserta program Workshop Jurnalisme Pemuda Lintas Ima....

Suara Muhammadiyah

24 June 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 155 SMK Muhammadiyah se-Jawa Tengah melakukan penandatangana....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah