Lantik 22 Dokter Baru, UMJ Memajukan Kesehatan Bangsa

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) melantik 22 dokter baru dalam prosesi Sumpah Dokter ke-64 di Auditorium dr. Syafri Gucci, M.Sc., FKK UMJ, Senin (26/10/2026). Prosesi ini menandai penyelesaian pendidikan profesi para lulusan sebelum menjalankan pengabdian sebagai dokter.

Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., berpesan agar para dokter baru tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan profesi. Ia mendorong lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi guna mengembangkan kompetensi dan memperluas pengetahuan di bidang kedokteran.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan untuk terus belajar. Karena itu, apabila memiliki kesempatan, lanjutkanlah pendidikan, baik melalui program spesialis di UMJ maupun pembelajaran mandiri untuk meningkatkan kompetensi,” ujar Ma’mun.

Ma’mun juga berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater dengan menerapkan nilai-nilai akademik dalam perjalanan profesional mereka. Ia menegaskan bahwa UMJ terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kualitas akademik untuk menjaga mutu pendidikan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Profesi Dokter FKK UMJ, Dr. dr. Zainy Hamzah, Sp.BS., menyoroti tantangan ujian kompetensi nasional yang dapat memengaruhi waktu penyelesaian pendidikan dokter. Di tengah tantangan tersebut, ia menyampaikan capaian FKK UMJ dalam menghasilkan dokter yang kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami akan melantik dan mengambil sumpah 22 dokter Angkatan ke-64. Dengan demikian, total lulusan FKK UMJ telah mencapai 2.194 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Zainy.

Selain menyoroti proses pendidikan, Zainy menjelaskan upaya FKK UMJ mengikuti perkembangan teknologi kedokteran melalui pengembangan robotic spine surgery. Teknologi tersebut dirancang oleh tim dari Departemen Bedah FKK UMJ yang bekerja sama dengan perusahaan dari China.

Selanjutnya, Dekan FKK UMJ, Dr. dr. Tri Ariguntar Wikaning Tyas, Sp.PK., mengingatkan para dokter baru agar terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi medis. Ia juga mengajak lulusan untuk mengabdi di wilayah yang membutuhkan tenaga kesehatan, bukan hanya berfokus pada Jakarta dan sekitarnya.

“Ke depan, adik-adik harus menjadi dokter yang transformatif dan adaptif. Kita harus terus mengembangkan kompetensi dan ilmu pengetahuan medis serta menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, termasuk perkembangan teknologi medis dan kecerdasan buatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri berharap para lulusan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia juga mendorong dokter baru untuk berkontribusi di rumah sakit dan klinik Muhammadiyah serta menerapkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam menjalankan profesi secara profesional.

Di sisi lain, Anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMJ, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A., turut berpesan agar para dokter baru terus melanjutkan pendidikan dan menjadikan pengabdian sebagai landasan dalam menjalankan profesi. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan untuk terus belajar. Karena itu, apabila memiliki kesempatan, lanjutkanlah pendidikan, baik melalui program spesialis maupun pembelajaran mandiri, untuk meningkatkan kompetensi sebagai dokter,” ujar Din.

Din juga mengingatkan para dokter Muslim bahwa kesembuhan berasal dari Allah SWT, sedangkan dokter menjadi perantara melalui pengobatan. Karena itu, ia mengajak para lulusan untuk melayani pasien secara profesional sekaligus menyertai pelayanan dengan doa dan niat pengabdian kepada Allah SWT.

Dalam kegiatan tersebut, FKK UMJ juga mengumumkan 3 lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yudisium tertinggi. Dr. Camila Aura Purnama meraih IPK 3,89 dengan predikat pujian, disusul Dr. Prizil Putri Chintia Alhuda dengan IPK 3,84 dan Dr. Tita Yolanda Hapsari Sahara dengan IPK 3,79, yang keduanya juga meraih predikat pujian. Selain itu, Dr. Aisya meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,74 sekaligus menjadi First Taker UKNPDPD.