Kolaborasi Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan dan IMM Pulang Pisau
PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Menjelang sore di Taman Bermain Kota Pulang Pisau, Jalan Panunjung Tarung, suasana berubah menjadi lebih ramai. Sejumlah anak tampak antusias memilih buku, sebagian lainnya berkumpul mendengarkan cerita yang dibacakan relawan. Tak sedikit pula yang asyik memainkan permainan tradisional bersama teman-temannya.
Pemandangan itu menjadi bagian dari kegiatan rutin Lapak Baca kolaborasi Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pulang Pisau, Jum'at (10/7).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat sore ini terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. Anak-anak, remaja hingga orang tua dapat menikmati berbagai koleksi bacaan, mengikuti kegiatan Read Aloud (membaca nyaring), serta edukasi permainan tradisional yang menjadi ciri khas kegiatan tersebut.
Mengusung tema "Buku Sahabatku, Permainan Tradisional Budayaku", Lapak Baca dihadirkan sebagai ruang literasi yang menyenangkan sekaligus mengajak anak-anak kembali berinteraksi, bermain, dan belajar bersama di ruang publik.
Pegiat Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, Nurul Iftiasanti, mengatakan kegiatan ini berangkat dari kekhawatiran terhadap kondisi generasi muda saat ini yang semakin dekat dengan gawai. Karena itu, Taman Pustaka juga mengajak kader IMM yang dinilai lebih dekat dengan anak-anak untuk bersama-sama membangun ruang belajar yang menyenangkan.
"Berangkat dari kekhawatiran mengenai generasi muda ke depan, maka Taman Pustaka juga memikirkan pemuda-pemudi yang ada, yaitu IMM sendiri yang lebih dekat dengan anak-anak," ujarnya.
Menurut Nurul, edukasi permainan tradisional menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Selain memperkenalkan kembali budaya lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
"Mengingat anak-anak zaman sekarang lebih fokus pada gawai dibandingkan bermain di luar, kami khawatir akan hal itu. Harapannya anak-anak tidak ketergantungan dengan gawai," katanya.
Bagi para relawan, antusiasme anak-anak menjadi semangat tersendiri untuk terus hadir setiap pekan.
"Melihat antusias anak-anak yang ikut belajar dan bermain, ada kesenangan tersendiri bagi kami relawan dan pegiat. Senyum yang merekah dan pernyataan-pernyataan kecil yang mereka lontarkan menjadi penyemangat dan menunjukkan ketulusan hati mereka," tuturnya.
Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika kegiatan selesai.
"Setelah Lapak Baca selesai, mereka sering bertanya, 'Besok ke sini lagi nggak, Kak?' Pertanyaan seperti itu membuat rasa lelah hilang dan menjadi semangat baru, karena kami merasa kehadiran kami benar-benar ditunggu oleh mereka," ungkap Nurul.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh relawan dan kader-kader muda IMM agar terus menjaga nilai keikhlasan dalam bergerak.
"Sebagai relawan yang tidak digaji, tetaplah semangat dan bekerjalah dengan ikhlas. Yakinkan hati bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak bagi masa depan kita dan bangsa," pesannya.
Sementara itu, Ketua PC IMM Pulang Pisau, Muhammad Syahrial Adri, mengatakan keterlibatan IMM dalam gerakan literasi merupakan bagian dari tujuan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.
"IMM tertarik pada literasi karena sudah menjadi sebuah keniscayaan untuk mencapai tujuannya yang bergerak pada tiga bidang, yaitu keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Semua itu perlu fondasi yang kuat, yaitu diawali dengan membudayakan literasi," ujarnya.
Menurut Syahrial, literasi merupakan fondasi peradaban sehingga perlu terus ditumbuhkan bersama.
"Literasi adalah fondasi peradaban. Harapannya gerakan literasi di Pulang Pisau terus tumbuh dan membudaya karena itulah kunci kemajuan peradaban," katanya.
Ia juga mengajak kader IMM untuk terus aktif berkegiatan dan menjadikan setiap aktivitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Untuk kader IMM, mari lebih aktif lagi berkegiatan dan jadikan setiap kegiatan sebagai spirit fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama."
Sedangkan kepada masyarakat, ia mengajak untuk bersama-sama menghidupkan budaya membaca.
"Ayo kita melek bersama-sama pada literasi. Mari membudayakan membaca supaya literasi di Pulang Pisau tetap hidup dan mampu melahirkan generasi-generasi yang cerdas serta peka terhadap realitas di sekitarnya."
Ia optimistis kolaborasi ini dapat menjadi program keberlanjutan IMM selama semangat kepedulian dan kolaborasi terus dijaga.
"Selama kader IMM peduli dan tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, tentu program ini akan terus berlanjut dan berdampak dalam membudayakan literasi," tambahnya.
Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, Bonni Febrian, turut mengapresiasi semangat kader IMM dan seluruh pegiat yang terus menjaga keberlangsungan gerakan literasi di ruang publik.
Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal membawa risalah Iqra sebagai spirit membangun akhlak mulia sekaligus mencerahkan akal budi manusia melalui ilmu pengetahuan. Semangat itulah yang terus dihadirkan Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan melalui berbagai kegiatan literasi di tengah masyarakat.
"Gerakan literasi akan terus tumbuh jika ada ruang kolaborasi, apresiasi, dan nalar berbagi yang terus dijaga. Kekuatan urun daya kaum muda menjadi salah satu kekuatan utama gerakan literasi berbasis komunitas," ujarnya.
Bonni menambahkan, mempertahankan gerakan kecil seperti Lapak Baca bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja sama, dan semangat kerelawanan yang terus dipelihara agar kegiatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Menjalankan gerakan kecil dan sederhana ini membutuhkan usaha yang tidak biasa. Karena itu, nilai kerelawanan harus terus dijaga. Tetap semangat kader-kader, tetap istiqamah bergerak. Sebab dalam setiap pergerakan selalu ada keberkahan," pungkasnya.
Kegiatan Lapak Baca ini semoga dapat terus berjalan secara rutin setiap pekan, sehingga tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga mampu membawa perubahan bagi anak-anak di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (Bon)

