BANDUNG, Suara Muhammadiyah -- Komitmen untuk memberikan nilai manfaat bagi masyarakat dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah dilakukan PT Asuransi Jasindo Syariah yang berkolaborasi dengan Lazismu untuk edukasi dan kepedulian sosial.
Kedua entitas ini berupaya memperkuat edukasi tersebut di ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Baleendah, Bandung, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santriwati serta jajaran pimpinan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Barat dan pengelola pesantren.
Selain edukasi, acara ditandai dengan penyerahan bantuan pilar program pendidikan berupa beasiswa kepada 15 santri serta pendaftaran proteksi asuransi syariah bagi 5 santri. Branch Manager PT Asuransi Jasindo Syariah KP Bandung, Ririn Riani Ludisa mengatakan pemahaman asuransi syariah tidak sekadar berfokus pada produk keuangan, melainkan pada penanaman prinsip kepedulian sosial.
"Asuransi syariah hadir dengan prinsip saling melindungi dan tolong-menolong sesuai dengan nilai ta'awun”, ujarnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik santriwati memperoleh pengetahuan baru mengenai manajemen risiko sebagai bekal masa depan.
Dalam kesempatan itu, Direktur Penghimpunan dan Kerjasama Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, menekankan pentingnya perlindungan syariah dan skema jaring pengaman sosial dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
"Dalam Islam, mengelola harta tidak hanya soal mencari dan membelanjakan, tetapi ada unsur sosial di dalamnya”, kata Farabi. Melalui penyaluran zakat Jasindo Syariah yang dikelola Lazismu, kita dapat memberikan beasiswa dan meringankan beban sesama.
Literasi yang diberikan ini, sambung Farabi, adalah penting agar santriwati paham bagaimana harta diperoleh secara halal, dikelola dengan baik, dan didistribusikan untuk memberi dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Ia Kurniati, mengatakan bahwa kemandirian finansial merupakan keterampilan krusial bagi perempuan berkemajuan. "Perempuan harus cerdas merencanakan dan mengelola keuangan sehingga mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan”, pungkasnya.
Kami berharap melalui edukasi literasi keuangan syariah ini, para santriwati dipersiapkan menjadi generasi perempuan berkemajuan, yang tidak hanya berilmu tinggi, tetapi juga mandiri secara finansial dan menjadikan harta sebagai ladang ibadah serta benteng dari risiko finansial negatif.
Menanggapi acara kolaborasi dalam edukasi dan literasi keuangan syariah, Mudir Pesantren ‘Aisyiyah Boarding School Baleendah, Dede Kurniawan, turut menyampaikan apresiasinya. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi Lazismu dan Jasindo Syariah. Bantuan beasiswa dan edukasi ini menjadi pemantik serta awal yang baik bagi tumbuh kembang pesantren.
“Semoga sinergi dan keberkahan ini terus mengalir untuk mendukung pendidikan serta pemberdayaan santriwati ke depannya", tuturnya.
Adapun materi edukasi dan mengenal asuransi syariah dan kewaspadaan keuangan disampaikan M. Fajar dari Jasindo Syariah. Disusul materi konsep harta dalam islam yang dikupas tuntas oleh Pengawas Syariah Lazismu Pusat, Ayi Yunus Rusyana. Ia memberikan panduan praktis pengelolaan keuangan bagi para santriwati.
Adapun program ini dirancang untuk mengenalkan manajemen risiko berbasis nilai-nilai Islam sejak dini. Nilai utama seperti saling tolong-menolong (ta’awun), kepedulian, dan kebersamaan (takaful) menjadi fondasi agar generasi muda siap menghadapi ketidakpastian finansial di masa depan.

