Tekankan Profesionalisme, Rektor Unismuh Buka Pelatihan Asesor Kompetensi

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

1344
Doc. Unismuh

Doc. Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh Makassar, Prof Ambo Asse, membuka acara Pelatihan Asesor Kompetensi di Hotel Vasaka, Rabu, 24 Juli 2024. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unismuh bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Makassar.

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Wakil Rektor I Dr Abd Rakhim Nanda, Wakil Rektor II Prof Andi Sukri Syamsuri, Ketua LP3M Dr Arief Muhsin, Ketua LSP Unismuh Dr Nasrun, serta sejumlah dekan dan pimpinan lembaga lainnya.

Dalam sambutannya, Prof Ambo Asse memberikan apresiasi yang positif atas pelaksanaan pelatihan ini. "Syarat-syarat yang diperlukan untuk mendapatkan lisensi BNSP untuk sertifikasi telah disiapkan oleh LSP," ujar Rektor dalam merespons pelatihan ini.

Lebih lanjut, Prof Ambo menyatakan bahwa pelatihan ini akan memberikan arah bagi setiap bidang untuk memiliki keahlian tersendiri, baik dalam metodologi maupun kompetensi integritas yang dimiliki.

Ambo Asse menekankan bahwa kompetensi intelektual saja tidak cukup, tetapi harus dilengkapi dengan kompetensi integritas. "Bukan karena suka atau tidak suka, seseorang ditentukan lulus atau tidaknya dalam mendapatkan sertifikat," tambahnya.

Mengutip Surah Al-Maidah ayat 8 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang menegakkan keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat dengan takwa."

"Kebencian tidak boleh menjadi alasan untuk menzalimi atau tidak meluluskan seseorang dalam mendapatkan sertifikasi kompetensi," ujarnya.

Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) Unismuh, Dr. Nasrun, merasa bersyukur karena setelah proses pengajuan selama sembilan bulan, dari sepuluh skema yang diajukan, sembilan diterima oleh BNSP. Sembilan skema yang diterima ini merupakan langkah penting untuk mendapatkan lisensi dari BNSP.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi," ujarnya.

Asesor BNSP, Sainal, menyatakan bahwa di Sulsel masih sedikit perguruan tinggi swasta yang memiliki semangat mendirikan LSP. "Ada tiga syarat utama mendirikan LSP: pengurus yang fokus, biaya dokumentasi, dan waktu yang cukup," jelasnya.

Sainal menambahkan bahwa setiap tahun Unismuh menghasilkan sekitar 5000 alumni. "Berapa persen waktu yang digunakan untuk mengakses semuanya itu," ujarnya.

Siti Saenab, Master Asesor BNSP dan warga Muhammadiyah, merasa senang bertemu dengan komunitas Muhammadiyah. Dia menekankan pentingnya setiap LSP memiliki asesor sendiri. Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Unismuh Makassar, lanjut Saenab, ingin menyampaikan kebijakan khusus terkait proses akreditasi oleh BNSP. (Hadi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universi....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Program Kosabangsa Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM ....

Suara Muhammadiyah

14 October 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau ....

Suara Muhammadiyah

13 January 2024

Berita

Meneguhkan Peran Pemuda, Totalitas Lampung Timur Makmur LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Pelantikan Pim....

Suara Muhammadiyah

1 October 2025

Berita

Soft opening SM Residence Asri, Haedar Nashir Tekankan Etos Kerja Keras  Menghuni rumah di SM ....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah