METRO, Suara Muhammadiyah – Mengawali semarak kebaikan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Wilayah Lampung secara resmi menyalurkan ragam program sosial lintas sektor untuk masyarakat. Penyaluran bantuan yang menyasar bidang pemenuhan pangan, fasilitas keagamaan, hingga layanan kesehatan ini dilaksanakan secara simbolis di tengah agenda Pengkajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung yang berlokasi di Auditorium SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Metro pada Sabtu, 7 Maret 2026. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen persyarikatan dalam menghadirkan kebermanfaatan yang luas dan tepat sasaran bagi umat di penjuru provinsi.
Prosesi penyerahan bantuan amal usaha ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Drs. Ma’ruf Abidin, M.Si., dengan didampingi oleh Ketua Badan Pengurus LAZISMU Lampung, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada sejumlah perwakilan penerima manfaat yang datang dari berbagai pimpinan daerah di Provinsi Lampung. Kegiatan ini bentuk pertanggungjawaban publik dan transparansi LAZISMU dalam mengelola amanah dana zakat, infak, maupun sedekah (ZIS) yang telah dihimpun dari para dermawan untuk dikembalikan dalam bentuk program pemberdayaan.
Sebagai langkah awal pemerataan kesejahteraan, LAZISMU Lampung mendistribusikan Program Kado Ramadhan yang ditujukan kepada sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) agar dapat diteruskan kepada warga akar rumput yang membutuhkan. Secara rincian, PDM Kota Bandar Lampung menerima alokasi sebanyak 50 paket Kado Ramadhan dengan total nilai bantuan sebesar Rp7.500.000. Sementara itu, untuk menjangkau masyarakat di wilayah kabupaten, PDM Lampung Barat, PDM Pesisir Barat, PDM Mesuji, dan PDM Way Kanan masing-masing menerima kuota 30 paket dengan nilai bantuan per daerah sebesar Rp4.500.000.
Lebih lanjut, kepedulian LAZISMU turut merambah pada penguatan infrastruktur rumah ibadah melalui Program Back to Masjid. Dalam implementasinya pada tahun ini, LAZISMU tidak bergerak sendiri, melainkan berkolaborasi strategis dengan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Muhammadiyah. Kolaborasi ini menyasar Masjid At-Tanwir di kawasan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, berupa dukungan perbaikan infrastruktur dan sanitasi dengan nilai bantuan sebesar Rp5.400.000. Sinergi bersama LPCRPM ini bertujuan memastikan tata kelola masjid menjadi lebih profesional, sekaligus meningkatkan kenyamanan serta standar kebersihan fasilitas agar jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk.
Masih dalam payung program Back to Masjid yang digarap bersama LPCRPM, LAZISMU juga menginisiasi sub-program bertajuk "Masjid Ramah Musafir". Bantuan ini disalurkan secara khusus kepada Masjid Al-Mu’minun yang berlokasi di Siraman Timur, Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, dengan kucuran dana mencapai Rp10.000.000. Melalui pendampingan dari LPCRPM, dana tersebut diproyeksikan untuk mentransformasi wajah masjid agar lebih inklusif dan ramah bagi para musafir pelintas jalan raya, serta memberikan fasilitas singgah yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan ruang istirahat dan ibadah di tengah perjalanan jauh.
Bergeser ke sektor kesehatan yang tak kalah krusial, LAZISMU Lampung menunjukkan komitmen preventif dan kuratifnya dengan menggandeng Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU). Kolaborasi apik ini diwujudkan lewat penyaluran Program Kesehatan berupa jaminan ketersediaan pasokan obat-obatan berkelanjutan selama 12 bulan penuh kepada Klinik Pratama PKU Muhammadiyah di Kabupaten Pesisir Barat. Total nilai bantuan medis ini tercatat sebesar Rp7.991.430. Melalui supervisi keilmuan langsung dari MPKU, ketersediaan obat-obatan ini dipastikan memenuhi standar untuk menunjang operasional klinik dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar yang prima bagi masyarakat pesisir.
Menyikapi masifnya penyaluran di awal Ramadhan ini, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Lampung, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa seluruh program yang digulirkan merupakan pengejawantahan dari visi filantropi Islam yang berdaya guna. “Program yang kita salurkan hari ini merupakan ikhtiar LAZISMU untuk menghadirkan kebermanfaatan ZIS secara nyata. Melalui program Ramadhan, penguatan fungsi masjid, serta dukungan layanan kesehatan, kami berharap dana umat yang dititipkan dapat memberikan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui LAZISMU. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, para donatur, serta seluruh pihak yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu Lampung. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya di bulan suci Ramadhan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Drs. Ma’ruf Abidin, M.Si., menilai bahwa kiprah kolaboratif LAZISMU bersama LPCRPM dan MPKU saat ini adalah representasi nyata dari gerakan dakwah sosial Muhammadiyah. “Melalui berbagai program ini, kita dapat melihat bagaimana dana umat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Ini adalah wajah dakwah Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam yang berkemajuan melalui pelayanan sosial,” ungkapnya.
Ia pun menutup pesannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepercayaan kepada LAZISMU agar lebih banyak lagi ruang-ruang kebaikan yang bisa dihadirkan di masa mendatang. “Kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap LAZISMU terus meningkat sehingga semakin banyak program yang dapat dihadirkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ke depan, langkah kolaboratif antara LAZISMU Lampung, LPCRPM, dan MPKU ini diharapkan menjadi blueprint bagi gerakan filantropi Islam yang berkesinambungan, bukan sekadar agenda seremonial yang hanya dilakukan di bulan suci Ramadan. Melalui komitmen pengelolaan dana umat yang transparan, profesional, dan tepat sasaran, Muhammadiyah mengundang partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat berbagi. Pada akhirnya, soliditas kebersamaan ini diyakini mampu mempercepat perwujudan kesejahteraan sosial, kemandirian umat, serta syiar Islam yang menebar rahmat bagi seluruh lapisan masyaraka. (abs/pri)
