YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Memperingati Milad ke-95, Nasyiatul Aisyiyah menggelar Seminar Internasional bertema “From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog sekaligus konsolidasi gagasan tentang pentingnya kepemimpinan perempuan muda dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang semakin kompleks. Tema yang diangkat menegaskan komitmen Nasyiatul Aisyiyah untuk mendorong perubahan dari akar rumput hingga level kebijakan publik demi terciptanya masyarakat yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan muda memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kepemimpinan perempuan tidak hanya hadir dalam ruang domestik, tetapi juga harus mampu memengaruhi arah kebijakan publik dan gerakan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, mewakili Pimpinan Pusat Aisyiyah, Yayah Khairiyah menegaskan pentingnya memperkuat gerakan perempuan berbasis nilai-nilai keislaman yang berkemajuan. Ia menilai isu lingkungan, keadilan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor.
Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno turut memberikan apresiasi atas konsistensi Nasyiatul Aisyiyah dalam membangun kesadaran kritis perempuan muda terhadap isu-isu kebangsaan dan keberlanjutan lingkungan. Ia berharap seminar internasional ini dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Seminar internasional tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis perempuan, mahasiswa, hingga jaringan organisasi perempuan muda. Selain menjadi bagian dari perayaan milad, kegiatan ini juga mempertegas posisi Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda yang aktif mendorong transformasi sosial melalui pendidikan, pemberdayaan, dan advokasi kebijakan. (diko)

