LDK Muhammadiyah Fokuskan Dai Pengabdian Shabran di Daerah 3T

Suara Muhammadiyah

26 April 2025

1172
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam suasana penuh semangat dan haru, Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar agenda Pembekalan Purnastudi pada Jumat (25/4) di Gedung Kampus 2 UMS. Kegiatan ini menjadi momen penting yang menandai dimulainya fase pengabdian para wisudawan pondok di medan dakwah, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) Indonesia.

Pembekalan ini dibuka dengan materi dari Kamarul Zaman, SE., M.Ak, Wakil Bendahara Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan visi besar LDK dalam membangun kekuatan dakwah nasional dengan target pengiriman 1000 dai ke daerah 3T, mulai dari perbatasan Timor Leste hingga Papua.

“Menjadi dai pengabdian Shabran bukan sekadar tugas mulia, tapi juga bentuk kehadiran nyata Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Para dai ini akan menjadi representasi wajah Islam yang membawa kedamaian dan pencerahan di tengah masyarakat yang belum banyak tersentuh dakwah,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar penyampaian materi, pembekalan ini menjadi ruang penguatan mental dan spiritual para kader dakwah. Prof. Dr. Em Sutrisna, M.Kes, selaku Wakil Rektor UMS, hadir sebagai pemateri kedua. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akhlak sebagai ruh utama dakwah.

“Indahnya Islam itu terlihat dari perilaku pendakwahnya. Masyarakat tidak hanya mendengar apa yang kita sampaikan, tetapi juga menilai bagaimana kita bersikap. Maka akhlak menjadi kunci utama keberhasilan dakwah,” ujarnya.

Sesi ketiga disampaikan oleh Yayuli, S.Ag., M.P.I, Kepala Bidang Pengalaman AIK dan Kaderisasi LPPIK UMS. Ia mengulas pentingnya perkaderan Muhammadiyah sebagai proses regenerasi pemimpin dan pelanjut misi Persyarikatan. Menurutnya, seorang kader harus memiliki integritas, visi keummatan, dan kesetiaan pada nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.

“Kader itu bukan hanya organisatoris, tetapi juga penjaga ideologi, penerus semangat, dan penggerak di garis depan dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.

Kegiatan pembekalan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga langkah awal perwujudan perjalanan dakwah dai pengabdian. Dengan semangat juang yang tinggi, para lulusan Pondok Shabran siap menembus batas-batas geografis dan sosial, menjadi pelita bagi masyarakat di pelosok negeri. Melalui gerakan dakwah yang membumi dan berkarakter, mereka membawa nilai-nilai Islam yang menyejukkan, membebaskan, dan memuliakan manusia. (Najih)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pengajian selapanan PCM Purwokerto Selatan dilaksanakan di masjid Al ....

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

Berita

GARUT, Suara Muhammadiyah – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

26 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Rapat ....

Suara Muhammadiyah

19 January 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Se....

Suara Muhammadiyah

31 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah