Lima Hal Agar Manusia Husnul Khatimah

Suara Muhammadiyah

19 October 2026

183
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin Grand Tanjung Elok Purwokerto pada tanggal 18 Oktober 2026 mengundang Ust. Dr.H.Mustolikh,M.Si sebagai pemateri pengajian Ahad pagi bakda subuh. Materi kajian yang disampaikan adalah lima bekal utama untuk menggapai husnul khotimah. Peserta pengajian terdiri dari jamaah rutin masjid dan sebagian dari luar dengan jumlah yang hadir sekitar 150 jamaah. Jamaah mengikuti kajian dengan khusuk dan tekun dalam rangka mendapatkan ilmu kehidupan.

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., kegiatan pengajian menjadi salah satu sarana penting bagi umat Islam untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan. Mengangkat tema “Lima Bekal Utama untuk Menggapai Husnul Khotimah”, Ust. Mustolikh mengajak para jamaah untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menjalani kehidupan agar memperoleh akhir hayat yang baik dan diridai Allah Swt.

Ust. Mustolikh menyampaikan bahwa semua orang mengharapkan mendapatkan “husnul khotimah”, meskipun perjalanan hidupnya dipenuhi dengan aneka maksiat, namun ingin menghadap Allaah SWT dengan panggilan, Hai jiwa yang tenang. “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku (QS. Al-Fajr ayat 27-30).

Selanjutnya disampaikan dalam perjalanan hidupnya, setiap hamba akan dihisab, sebagaimana firman Allaah SWT “Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghi-sab mereka.” (QS. Al-Ghāsyiyah : 26). Ada dua macam hisab: (1) hisab sebelum kematian; dan (2) hisab sesudah kematian. Pertama, hisab sebelum kematian.  Penentunya ada dibagian akhir, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Innamal a'maalu bil khawaatiimu”, artinya: Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya (HR. Bukhari). Apabila meninggalnya dalam keadaan “husnul khotimah” maka dia akan masuk syurga, sebaliknya jika meninggal dalam keadaan “suul khotimah” maka dia terancam masuk neraka. Namun demikian, para ulama mengatakan bahwa sesungguhnya penutup amal adalah warisan dari amalan-amalan sebelumnya. Sebagian ulama berkata: “Barangsiapa hidup di atas sesuatu, ia akan mati di atasnya; dan barangsiapa mati di atas sesuatu, ia akan dibangkitkan di atasnya.” Jelasnya Allaah SWT tidak akan menyia-nyiakan amalan baik hamba-Nya. Allaah SWT berfirman: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Az-Zalzalah ayat 7-8).

Kedua, hisab sesudah kematian. Penentunya ada di depan (di awal), sebagaimana Rasulullah SAW, bersabda: “Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya bagus, maka ia menang dan sukses. Dan jika shalatnya rusak, maka ia menyesal dan rugi. Maka jika ada yang kurang dari shalat fardunya, Tuhan Azza Wa jalla berfirman, “Lihatlah kalian, apakah hamba-Ku mempunyai (amal) shalat sunnah, maka itulah yang dapat menyempurnakan kekurangan fardhunya, kemudian semua amalnya (juga) seperti itu” (HR. At-Timidzi). Oleh karena itu sebesar apapun dosa kita jangan tinggalkan sholat, karena sholat itu ibadah yang langsung menyambungkan kita dengan Allaah SWT, tali hubungan kita dengan Allaah. Kalau tali hubungan kita dengan Allaah terputus, maka tidak ada tali yang bisa menyambung lagi. Selama kita menjaga sholat, berarti masih ada harapan masuk dalam golongan yang akan diampuni Allaah SWT. 

Seseorang yang sudah mencapai usia 40 tahun, maka Allaah mengingatkan untuk menyiapkan 5 (lima) bekal utama sebelum dia kembali kepada Allaah SWT. Hati-hati dan harus khawatir yang sudah mencapai usia 40 tahun jika belum memiliki lima bekal utama, dan ini merupakan peringatan dari Al-Qur’an. "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (QS. Al-Ahqaf ayat 15).

Ust.Mustolikh menyebutkan bagian yang sangat menarik adalah QS. Al-Ahqaf ayat 15, ditempatkan setelah menyebut usia “empat puluh tahun”, yaitu fase ketika seseorang mulai melihat kembali nikmat Allaah, orang tua, amalnya, dan generasi yang akan ditinggalkannya. Dari QS. Al-Ahqaf ayat 15 tersebut, ada lima bekal utama untuk menggapai “husnul khotimah”, walaupun ayat tersebut tidak secara eksplisit menyebut istilah “husnul khotimah”: Lima hal tersebut adalah 1) Selalu mensyukuri nikmatnya. 2) mengerjakan amal shaleh yang ridhai Allah. 3) setelah meminta dirinya dapat beramal shaleh, ia tidak berkata: “jadikan anak-anakku sukses”, tetapi do’a tersebut bergerak dari dirinya kemudian kepada generasi setelahnya. Ada kesadaran bahwa kualitas seseorang tidak berhenti pada dirinya sendiri, dengan harapan agar nantinya bisa bersama-sama di syurganya Allaah SWT. 

Selanjutnya Ust menjelaskan mengenai hal ke 4 yaitu agar manusia selalu bertaubat karena “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-Baqarah ayat 222). Bagian ke 5 sebagai penutup yang disampaikan adala “dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri," maksudnya bukan sekadar mengaku sebagai seorang Muslim, tetapi menyatakan kesediaan untuk tunduk, patuh, dan menyerahkan diri kepada Allah dalam menjalani kehidupan. Jadi “minal-muslimīn” terasa seperti sebuah pengakuan posisi batin: aku bukan orang yang mengandalkan amal dan kekuatanku sendiri, tetapi merupakan bagian dari orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allaah. Ungkapan rendah hati bukan sebuah deklarasi kesombongan spiritual, melain-kan pengakuan ketundukan. (Eka)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Grha Suara Muhammadiyah (SM) menjadi tuan rumah Pemilihan Dim....

Suara Muhammadiyah

12 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Persyarikatan Muhammadiyah akan menyelenggarakan Tanwir pada ....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) menjadi ajang penting b....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

PWM Adakan Resepsi Milad ke-111 bersama 2 Ketua PP Muhammadiyah  MAKASSAR, Suara Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Hotel Kapal Garden Universitas Muhammadiyah Malang (....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah