SALATIGA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak lima kader dari Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sukoharjo turut ambil bagian dalam kegiatan launching Standar Operasional Prosedur (SOP) Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang digelar di PPTI Al Falah Salatiga pada Senin (13/4).
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat sistem perlindungan di lingkungan pendidikan, khususnya dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual.
Launching SOP PPKS ini merupakan hasil kolaborasi dari PDNA Sukoharjo, Yayasan Ash Sholih Pati, STAI Pati, dan PPTI Al Falah Salatiga, dengan dukungan dari Rahima serta IPAS. Sinergi ini menunjukkan keseriusan berbagai pihak dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
“Empat SOP PPKS ini menjadi pionir untuk dijadikan tiruan bagi pengelola Lembaga Pendidikan maupun Lembaga pesantren yang ada di Jawa Tengah ini,” ujar Fatkhuronji, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah /Kabid PD.Pontren.
Dalam proses penyusunannya, PDNA Sukoharjo berperan aktif bersama para pengajar PPTQ Muhammadiyah Shiratunnajah. SOP yang telah diluncurkan ini diharapkan mampu menjadi panduan yang komprehensif dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan Muhammadiyah di Sukoharjo.
Partisipasi kader NA dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan ramah bagi peserta didik. Lebih dari itu, langkah ini juga mempertegas peran NA dalam memperkuat gerakan perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama di sektor pendidikan. (HK)

