Literasi Digital Minim, Driver Ojol Jadi Korban

Publish

10 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1003
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Rektor UMY Ajak Masyarakat Lebih Cerdas dalam Dunia Digital

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kasus penganiayaan terhadap seorang driver Shopee di Yogyakarta yang terjadi pada Sabtu (5/7) dini hari kembali mengungkap realitas pahit rendahnya literasi digital masyarakat Indonesia. Minimnya pemahaman terhadap fitur aplikasi dan ekosistem digital kerap memicu kesalahpahaman, bahkan berujung pada tindak kekerasan.

Menanggapi insiden tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., yang juga dikenal aktif dalam kajian Smart City, memberikan pandangannya dalam sebuah wawancara eksklusif. Ia menyoroti sejumlah aspek krusial terkait posisi hukum para driver aplikasi dan perilaku digital masyarakat pengguna layanan.

Menurut Prof. Nurmandi, posisi hukum para pengemudi aplikasi daring di Indonesia masih sangat lemah. Mereka tidak diakui sebagai pekerja legal, melainkan hanya terkoneksi secara digital dengan aplikator tanpa adanya perlindungan hukum yang memadai. Hal ini tidak hanya dialami oleh pengemudi Shopee, tetapi juga Gojek dan platform layanan transportasi daring lainnya.

“Semua pekerja yang terhubung dengan aplikator itu kedudukan hukumnya lemah di Indonesia,” ujar Nurmandi saat ditemui di ruangannya di Gedung AR Fachruddin A, Kampus Terpadu UMY, Senin (7/7).

Dari sisi pengguna, lanjutnya, masyarakat cenderung hanya mengejar layanan yang cepat dan murah, tanpa memahami secara utuh proses maupun konsekuensi dari transaksi digital tersebut. Ia mencontohkan kasus ketika driver sudah mengantarkan pesanan, namun pelanggan tidak berada di tempat atau bahkan enggan membayar.

Lebih jauh, Nurmandi menekankan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia belum sepenuhnya menjadi masyarakat yang “smart”. Istilah “smart” menurutnya bukan hanya berarti cerdas secara teknologi, tetapi juga beretika dalam menggunakan aplikasi dan platform digital. Ketika etika tidak diindahkan, masyarakat menjadi rentan terhadap penipuan seperti phishing, scam, hingga terjerumus dalam praktik ilegal seperti judi daring (judol) atau pinjaman online ilegal (pinjol).

Ia bahkan menyebut bahwa kalangan mahasiswa dan civitas academica pun tak luput dari jeratan kasus-kasus digital tersebut.

“Ironisnya, kepemilikan gawai atau ponsel di Indonesia sangat tinggi, bahkan hampir dua kali lipat jumlah penduduk. Namun, tingginya konsumsi digital ini tidak diiringi dengan peningkatan kecerdasan digital masyarakat,” jelasnya.

Nurmandi juga menyampaikan bahwa meskipun perguruan tinggi telah berupaya memberikan pendidikan literasi digital, kenyataannya arus penyebaran konten tidak kredibel jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan negara dalam memblokir situs-situs bermasalah.

Menutup pernyataannya, Nurmandi menyoroti eksploitasi terhadap para driver oleh sistem aplikator, dan menyebut fenomena ini sebagai bentuk baru dari “kapitalisme digital”.

“Mereka tidak punya banyak pilihan selain menjadi driver ojol. Penghasilannya pun tidak seberapa. Mereka berada dalam posisi yang sangat lemah secara hukum. Kalau mereka mengalami kekerasan, siapa yang bisa menjamin perlindungannya?” pungkasnya dengan nada retoris. (FU)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Upaya meningkatkan kualitas ujian praktik keperawatan secara nasional....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Paguyuban Sepakbola Usia (PSU) U-40 wilayah DIY dan Jawa Tengah se....

Suara Muhammadiyah

30 January 2024

Berita

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat tata kelola dan peran strategis masji....

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah -- Setelah berkompetisi dengan pelajar Sekolah Dasar dari berbagai ne....

Suara Muhammadiyah

22 September 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah