LLDIKTI Wilayah II Dorong Kampus Berdampak, Rektor UM Metro Tekankan Peran Pencerahan

Suara Muhammadiyah

4 February 2026

808
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, M.Sc., mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang kehadirannya benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan bangsa. Perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara administratif, tetapi harus hadir sebagai kekuatan pencerahan dan pemajuan peradaban.

Dorongan tersebut disampaikan Prof. Iskhaq dalam Focus Group Discussion (FGD) Kepala LLDIKTI Wilayah II bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta Provinsi Lampung bertema Arah Kinerja Perguruan Tinggi Tahun 2026, yang digelar pada Senin (2/2/2026) di Aula Universitas Aisyah Pringsewu.

“Ke depan, perguruan tinggi dituntut tidak hanya rapi dalam laporan, tetapi kuat dalam kontribusi. Ukuran keberhasilan perguruan tinggi adalah sejauh mana ia memberi kemanfaatan bagi masyarakat di sekitarnya dan bagi bangsa secara luas,” ujar Prof. Iskhaq.

Ia menegaskan bahwa kebijakan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU-PT) harus dipahami sebagai instrumen untuk mengukur dampak sosial dan kemanusiaan, bukan sekadar kewajiban administratif. Kontribusi perguruan tinggi, menurutnya, tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi.

“Kontribusi itu kontekstual. Setiap perguruan tinggi dapat berperan sesuai kapasitas dan karakter wilayahnya, baik pada level lokal, nasional, maupun global,” jelasnya.

Prof. Iskhaq menambahkan, IKU merupakan mandat kebijakan negara yang bersumber dari regulasi perundang-undangan, sehingga harus menjadi rujukan utama dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan rencana operasional perguruan tinggi.

“IKU bukan sekadar program kementerian, tetapi arah kebijakan negara. Karena itu, perguruan tinggi perlu menyelaraskan visi, Renstra, dan programnya agar sejalan dan berkesinambungan,” tegasnya.

Dalam kebijakan kinerja tahun 2026, LLDIKTI Wilayah II menekankan empat fokus utama, yakni perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi lulusan, penguatan talenta, serta tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berdaya guna dan berdaya ubah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, media, masyarakat, dan mahasiswa.

“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kerja kolektif dan kesamaan orientasi menjadi kunci agar dampak perguruan tinggi dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.

Kampus Muhammadiyah Harus Hadir sebagai Solusi

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menegaskan bahwa upaya mewujudkan kampus berdampak harus berangkat dari pemahaman yang jujur dan mendalam terhadap potensi serta persoalan riil daerah.

“Perguruan tinggi jangan hanya mengikuti arus dan tren. Kita harus memahami betul sumber daya, masalah, dan kebutuhan masyarakat di daerah kita sendiri,” ujar Dr. Nyoto.

Menurutnya, pendidikan tinggi yang tercerabut dari realitas sosial berisiko kehilangan fungsi pencerahannya. Karena itu, kebijakan IKU perlu dimaknai sebagai panggilan moral bagi perguruan tinggi untuk memetakan potensi lokal dan menghadirkan solusi yang nyata.

“Pendidikan tinggi tidak cukup hanya meluluskan sarjana. Perguruan tinggi harus memberi jalan keluar atas persoalan umat dan masyarakat,” tegasnya.

Dr. Nyoto menyoroti besarnya potensi Provinsi Lampung di sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan wilayah pesisir yang belum sepenuhnya dikelola secara optimal, terutama karena keterbatasan penguatan sumber daya manusia dan kebijakan yang berpihak.

“Lampung kaya potensi. Di sinilah perguruan tinggi, khususnya kampus Muhammadiyah, harus hadir melalui riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan strategis seperti alih fungsi lahan dan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik sekaligus tanggung jawab moral untuk ikut mengawal arah pembangunan.

“Perguruan tinggi tidak boleh menjadi penonton. Kita harus hadir, memberi pandangan, dan memastikan pembangunan berjalan adil serta berkeadaban,” katanya.

Dr. Nyoto menyambut baik dorongan LLDIKTI Wilayah II menuju kampus berdampak dan menilai FGD tersebut sebagai momentum strategis untuk menyatukan langkah perguruan tinggi swasta di Lampung.

“Ini adalah ikhtiar bersama untuk meneguhkan peran pendidikan tinggi sebagai kekuatan pencerahan dan kemajuan daerah,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ....

Suara Muhammadiyah

6 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tradisi mudik telah menjadi potret kemasyarakatan di Indonesi....

Suara Muhammadiyah

19 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Transformasi manajemen organisasi di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

Review Spesifikasi OPPO Find N3 Fold, HP Lipat Fleksibel Untuk Berbagai Kebutuhan   Selain mer....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Muballighat ‘Aisyiyah (MMA) DIY adalah salah....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah