MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Di balik sejuknya lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berdiri sebuah sekolah yang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko yang baru pertama kali meluluskan siswanya berhasil menorehkan capaian luar biasa: 100 persen lulusannya hafal Juz 30 Al-Qur'an dan 100 persen diterima di sekolah lanjutan favorit, baik negeri maupun swasta.
Kepala MI Muhammadiyah Al-Fikri, Chusnul Chotimah mengaku bersyukur atas pencapaian angkatan pertama tersebut.
"Ini pertama kali kami meluluskan siswa. Alhamdulillah seluruh lulusan mampu menghafal Juz 30 dan semuanya sudah diterima di sekolah lanjutan negeri maupun swasta favorit," ujar Chusnul.
Untuk memastikan kualitas hafalan para siswa, pihak sekolah bekerja sama dengan Kementerian Agama. Hafalan Al-Qur'an para siswa diuji melalui kegiatan tasmi' yang disaksikan langsung oleh pihak Kemenag.
"Untuk meyakinkan hafalan Al-Qur'an para siswa, mereka mengikuti tasmi' yang disaksikan oleh Kemenag," tambahnya.
Meski bukan sekolah dengan fasilitas mewah, MI Muhammadiyah Al-Fikri membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh kemegahan gedung. Saat pengumuman kelulusan, suasana haru menyelimuti para wali murid. Air mata syukur tak terbendung melihat keberhasilan putra-putri mereka.
Prestasi hafalan Al-Qur'an yang diraih siswa menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Di tengah derasnya arus digital dan berbagai distraksi teknologi, siswa-siswi di sekolah yang berada di kawasan pegunungan ini mampu menyelesaikan target hafalan Juz Amma dengan baik.
Dalam acara tasmi' dan wisuda, para siswa tampil di atas panggung untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari para hadirin.
Keberhasilan mereka tidak hanya terlihat dalam bidang keagamaan. Prestasi akademik para lulusan juga membanggakan. Seluruh siswa angkatan pertama berhasil diterima di berbagai sekolah lanjutan favorit, termasuk SMP Negeri unggulan serta MTs berbasis pesantren yang dikenal memiliki proses seleksi ketat.
" Saya bangga menyekolahkan anak saya di sini meskipun sekolah ini baru pertama kali meluluskan siswa. Anak-anak di sini memiliki daya saing tinggi. Mental mereka terbentuk melalui disiplin, ketekunan belajar, dan pembelajaran agama yang kuat," kata Margiyanto, salah seorang wali murid.
Rasa bangga para orang tua juga diwujudkan dalam bentuk apresiasi kepada siswa dan guru. Pada acara wisuda yang digelar Senin, 22 Juni 2026, di Gedung Pertemuan Dusun Kopen, Desa Podosoko, Ketua Komite Sekolah Sukri Abdullah menyerahkan hadiah berupa amplop berisi uang tunai kepada para siswa sebagai penghargaan atas perjuangan mereka menghafal Al-Qur'an.
Tak hanya itu, para wali murid juga memberikan bingkisan khusus kepada para guru sebagai bentuk rasa terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak.
"Ini bukan sekadar uang atau hadiah. Ini adalah tanda terima kasih kami karena para guru telah mendidik anak-anak kami menjadi pribadi yang saleh dan salehah. Guru-guru di sini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya," ujar Kabul, salah satu wali murid.
Prestasi MI Muhammadiyah Al-Fikri Podosoko menjadi bukti bahwa sekolah di daerah tidak kalah dalam mencetak generasi unggul. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan, kesungguhan, dan pembinaan karakter yang kuat mampu menghasilkan lulusan yang berprestasi baik secara akademik maupun spiritual. (NA)

