TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Pengkajian Ramadan 1447 H dengan mengusung tema “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa–Kamis, 24–26 Februari 2026, bertempat di Auditorium Lantai 19 Universitas Muhammadiyah Tangerang, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai.
Pengkajian Ramadan ini menjadi momentum penting dalam memperdalam serta memperluas pemahaman tentang tauhid murni dalam perspektif ideologi, filsafat, dan praksis kehidupan umat. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom, majelis dan lembaga, pimpinan amal usaha, serta tokoh-tokoh pendidikan dan kader Muhammadiyah dari berbagai wilayah.
Turut hadir Unsur Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PP Muhammadiyah, di antaranya Didik Suhardi, Ph.D selaku Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Khoirul Huda, M.Pd selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, serta M. Sofyan, M.T selaku Wakil Bendahara.
Hadir pula jajaran pimpinan lainnya, yaitu Dr. Ir. M. Bakrun Dahlan, M.M. sebagai Wakil Ketua, Dr. Gufron Amirullah, M.Pd. sebagai Wakil Sekretaris 1, Drs. Unang Rahmat, M.Ed. sebagai Wakil Sekretaris 2, dan Prof. Dr. Baharuddin, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Wakil Sekretaris 3.
Adapun Anggota Pimpinan yang turut menghadiri kegiatan ini antara lain Drs. Noor Chozin Agham, M.A., Nashihin, M.E.I., Hendra Apriyadi, M.Pd., Maulana Ishak, M.Pd.I., Dr. Devian Bandarsyah, M.Pd., Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., serta Dr. Dien Nurmarina Malik, M.A.
Kegiatan Pengkajian Ramadan 1447 H ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, sebagai upaya konsolidasi ideologi Muhammadiyah dan paham Islam berkemajuan bagi pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, majelis, lembaga, biro atau bagian, amal usaha Muhammadiyah, serta Badan Usaha Milik Muhammadiyah.
Kedua, memberikan penyegaran pemahaman terhadap konsep tauhid murni dalam perspektif akidah Islam berkemajuan, baik dari aspek ideologis Muhammadiyah, berbagai perspektif filosofis, maupun aktualisasinya dalam kehidupan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan global.
Ketiga, memperkaya perspektif Risalah Islam Berkemajuan hasil Muktamar ke-48 melalui kontribusi para pakar, ulama, dan pemikir Muhammadiyah guna menggali, merumuskan, dan memperluas paham tauhid murni menurut manhaj Muhammadiyah, baik dari aspek teologis-ideologis, filosofis-epistemologis, maupun praksis-transformatif.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah menegaskan kembali komitmennya dalam memperkokoh fondasi akidah sebagai basis gerakan tajdid serta memperkuat peran pendidikan dan amal usaha dalam mewujudkan Islam yang berkemajuan dan mencerahkan peradaban. (Hendra Apriyadi)

