Manusia Memiliki Kecenderungan Menyukai Harta, Maka Islam Mengaturnya

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

1492
Pengajian Ramadan 1446 H Suara Muhammadiyah bersama masyarakat (21/3).

Pengajian Ramadan 1446 H Suara Muhammadiyah bersama masyarakat (21/3).

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kehidupan ini, tak perlu menjadi besar untuk menjadi berarti. Begitu pula dalam menuntut ilmu agama, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Tak jarang seorang memulai perjalanan belajarnya tentang Islam saat usianya telah melebihi 60 tahun. Ini membuktikan bahwa semangat belajar dan hijrah tak pernah terbatas oleh waktu. Hal ini disampaikan Mukhlis Rahmanto dalam pengajian Ramadhan yang diselenggarakan Suara Muhammadiyah untuk masyarakat umum (21/3). 

Mengusung tema Isu-isu Fikih Muamalat Ekonomi dan Bisnis Kontemporer, Mukhlis menyampaikan bahwa selama ini, pemahaman tentang Islam seringkali dibagi menjadi dua aspek utama: ibadah dan muamalah. Ibadah berkaitan dengan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sementara muamalah mengatur interaksi manusia dengan sesamanya. Tanpa aturan, hidup manusia bisa menjadi kacau. Oleh karena itu, Islam hadir dengan seperangkat aturan yang ideal dan lengkap, mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, bisnis, politik, hingga pernikahan.

Mengapa urusan ekonomi perlu diatur? Jawabannya terletak pada tujuan utama: kemaslahatan. Manusia secara alami memiliki kecenderungan untuk menyukai harta benda. Ketika kecenderungan ini tidak dikendalikan, bisa berujung pada keinginan untuk menguasai secara berlebihan, bahkan cenderung serakah. Misalnya, ada orang yang mengoleksi ribuan pasang sepatu atau memenuhi lemari dengan pakaian yang tak terpakai. 

Islam mengajarkan prinsip keseimbangan. Harta boleh dicari, dikumpulkan, dan digunakan, tetapi harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Dalam muamalah, segala sesuatu pada dasarnya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya. Salah satu hal yang dilarang dalam Islam adalah riba, yang secara bahasa berarti "tambahan". Riba tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

“Mari kita bulatkan niat untuk hijrah, termasuk berupaya menghindari riba,” ujarnya.

Dengan memahami dan menerapkan aturan-aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menciptakan harmoni dalam hubungan dengan sesama manusia. Belajar agama adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih terarah dan bermakna, tak peduli kapan kita memulainya. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap meraih pretasi memboyong lima p....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah di Sumatera Utara kembali menerima hibah tanah dari masyara....

Suara Muhammadiyah

22 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti k....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah