Manusia Memiliki Kecenderungan Menyukai Harta, Maka Islam Mengaturnya

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1053
Pengajian Ramadan 1446 H Suara Muhammadiyah bersama masyarakat (21/3).

Pengajian Ramadan 1446 H Suara Muhammadiyah bersama masyarakat (21/3).

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kehidupan ini, tak perlu menjadi besar untuk menjadi berarti. Begitu pula dalam menuntut ilmu agama, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Tak jarang seorang memulai perjalanan belajarnya tentang Islam saat usianya telah melebihi 60 tahun. Ini membuktikan bahwa semangat belajar dan hijrah tak pernah terbatas oleh waktu. Hal ini disampaikan Mukhlis Rahmanto dalam pengajian Ramadhan yang diselenggarakan Suara Muhammadiyah untuk masyarakat umum (21/3). 

Mengusung tema Isu-isu Fikih Muamalat Ekonomi dan Bisnis Kontemporer, Mukhlis menyampaikan bahwa selama ini, pemahaman tentang Islam seringkali dibagi menjadi dua aspek utama: ibadah dan muamalah. Ibadah berkaitan dengan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sementara muamalah mengatur interaksi manusia dengan sesamanya. Tanpa aturan, hidup manusia bisa menjadi kacau. Oleh karena itu, Islam hadir dengan seperangkat aturan yang ideal dan lengkap, mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, bisnis, politik, hingga pernikahan.

Mengapa urusan ekonomi perlu diatur? Jawabannya terletak pada tujuan utama: kemaslahatan. Manusia secara alami memiliki kecenderungan untuk menyukai harta benda. Ketika kecenderungan ini tidak dikendalikan, bisa berujung pada keinginan untuk menguasai secara berlebihan, bahkan cenderung serakah. Misalnya, ada orang yang mengoleksi ribuan pasang sepatu atau memenuhi lemari dengan pakaian yang tak terpakai. 

Islam mengajarkan prinsip keseimbangan. Harta boleh dicari, dikumpulkan, dan digunakan, tetapi harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Dalam muamalah, segala sesuatu pada dasarnya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya. Salah satu hal yang dilarang dalam Islam adalah riba, yang secara bahasa berarti "tambahan". Riba tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

“Mari kita bulatkan niat untuk hijrah, termasuk berupaya menghindari riba,” ujarnya.

Dengan memahami dan menerapkan aturan-aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menciptakan harmoni dalam hubungan dengan sesama manusia. Belajar agama adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih terarah dan bermakna, tak peduli kapan kita memulainya. (diko)

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel Prof H. Abdul Qadi....

Suara Muhammadiyah

20 November 2023

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung gelar Resepsi Milad ke-112....

Suara Muhammadiyah

1 December 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk dukungan penuh kepada rakyat Palestina, Universitas Muha....

Suara Muhammadiyah

7 May 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (....

Suara Muhammadiyah

24 November 2023

Berita

LLHPB PP Aisyiyah Kolaborasi dengan Lazismu PP Muhammadiyah DEMAK, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lin....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024