Melatih Kesabaran dalam Ramadhan

Publish

9 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
74
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Kajian Ahad pagi di bulan Ramadhan ini masjid Al Muttaqin Tanjung Elok Purwokerto mendatangkan pemateri atau pengisi kajian Ust. Drs.M Johar,M.Pd. Dalam kajian kali ini Ust. Johar menyampaikan materi mengenai jangan menyia-nyiakan Ramadhan..Kajian dihadiri tidak saja oleh jamaah rutin, tetapi jamaah yang sering mengikuti kajian di bulan Ramadhan sehingga jumlah jamaahnya bertambah.

Dalam kajiannya disampaikan bahwa salah satu hal yang bisa diambil dari Ramadhan adalah manusia dilatih kesabaran. Alasan yang disampaikan adalah karena puasa itu mirip dengan kesabaran. seperti yang tertulis di dalam Quran surat Az Zumar:10 yang artinya “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dibalas dengan pahala tanpa batas.”  Bulan Ramadhan juga dinamakan dengan bulan sabar. Juga dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa adalah setengah dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi*)

Sabar ada tiga macam yaitu sabar dalam menjalani ketaatan, sabar dalam menjauhi larangan dan sabar dalam menghadapi taqdir Allah yang terasa menyakitkan. Dan dalam puasa terdapat tiga jenis kesabaran ini. Di dalamnya terdapat sabar dalam melakukan ketaatan, juga terdapat sabar dalam menjauhi larangan Allah yaitu menjauhi berbagai macam syahwat. Dalam puasa juga terdapat bentuk sabar terhadap rasa lapar, dahaga, jiwa dan badan yang terasa lemas.

Selanjutnya disampaikan lebih lanjut bahwa semua amalan anak Adam bisa dijadikan sebagai tebusan atas qishash/pembayaran kezalimannya antara dia dengan orang-orang yang ia zalimi. Bila ia memiliki sifat zalim, maka orang-orang yang ia zalimi akan menuntut dia dihari kiamat kelak dengan mengambil beberapa amalan kebaikan/pahalanya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis lain, dimana seseorang pada hari kiamat kelak datang dengan membawa pahala amalan-amalan shalih laksana gunung, akan tetapi ketika didunia ternyata telah mencela orang lain, atau memukulnya, atau memakan harta orang lain secara zalim, sehingga pahala-pahalanya tersebut diambil darinya, dan diberikan pada orang-orang yang ia zalimi, hingga bila pahalanya telah habis dibagi-bagi, maka dosa-dosa orang-orang yang ia zalimi yang belum mendapat bagian pahalanya, dipindahkan padanya, lalu ia dijerumuskan kedalam neraka. Hal ini disebutkan dalam Shahih Imam Muslim: 4/1997 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Semua pahala amalan tersebut bisa dijadikan tebusan kecuali puasa, pahalanya tidak bisa diserahkan kepada orang-orang yang dizalimi, sebab Allah sendirilah yang menabungnya bagi orang yang berpuasa, dan memberikan ganjarannya padanya, 

Diampaikan lebih lanjut bahwa hal tersebut juga  sesuai dengan redaksi hadis dalam riwayat  lain yang artinya  “Semua amalan anak adam bisa dijadikan tebusan (bagi orang-orang yang ia zalimi), kecuali puasa, karena ia adalah untuk-Ku, dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjaran untuknya”.

Ust Johar juga menyampaikan bahwa diantara ulama ada yang mengatakan bahwa makna hadis : “puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung“ yaitu puasa tidaklah dimasuki oleh dosa kesyirikan, sebagaimana halnya amalan lain yang bisa saja dimasuki kesyirikan, dan dipersembahkan kepada selain Allah seperti nadzar, menyembelih hewan, dan jenis ibadah lainnya seperti doa, rasa takut, raja (harapan), yang mana kaum musyrikin yang seringkali beribadah pada tuhan sesembahan mereka selain Allah dengan ibadah-ibadah seperti ini, kecuali puasa.

Tidak ada satu kaum musyrikpun yang menyatakan bahwa ia berpuasa untuk berhala, dan tuhan-tuhan sesembahan mereka selain Allah, sebab puasa merupakan ibadah khusus untuk Allah ta’ala. Ringkasnya, makna : “puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran pada-Nya secara langsung” adalah bahwa puasa tidak dimasuki oleh jenis kesyirikan, sebab tidak ada satu musyrikpun yang menyatakan bahwa ia berpuasa untuk berhala, dan tuhan-tuhan sesembahan mereka selain Allah ta’ala. (Eka)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pengukuhan Muhammadiyah - Aisyiyah dan Sertijam PCNA Way Jepara LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Pimpin....

Suara Muhammadiyah

1 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Eco Bhinneka Banyuwang....

Suara Muhammadiyah

10 June 2024

Berita

TANAHLAUT, Suara Muhammadiyah – Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  b....

Suara Muhammadiyah

24 November 2023

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Masjid dan mushola merupakan rumah ibadah umat Islam yang bukan hanya be....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah