Memaknai Sampah Sebagai Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Suara Muhammadiyah

12 November 2025

727
ToT Transisi Energi Indonesia Raya

ToT Transisi Energi Indonesia Raya

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam usaha merawat lingkungan, sampah menjadi isu krusial yang tak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat urban. Tercatat ada 13 juta ton sampah sisa makanan yang diproduksi masyarakat Indonesia setiap setahun. Dan itu belum termasuk sampah jenis lain seperti plastik, limbah rumah tangga, dan lain sebagainya.

Merespon permasalahan tersebut, kegiatan Training of Trainer (ToT) Kader Pintar (Pioner Transisi Energi Indonesia Raya) yang berlangsung di Balai Pemerintahan Desa Kalasan, Sleman, Yogyakarta, menghadirkan seorang pakar pencemaran lingkungan dari Universitas Sebelas Maret, Prabang Setyono. 

Dihadapan seluruh peserta yang seluruhnya guru, ia menjelaskan, untuk menyulap sampah menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai ekonomi, dibutuhkan ilmu taktis. Adapun ilmu yang ia maksud adalah pengetahuan praktis terkait pengelolaan sampah.

"Ilmu itu sekarang tidak kurang-kurangnya. Tapi persoalannya adalah bagaimana kebijakan, perencanaan, program, hingga pendanaan itu bisa saling menopang," ujarnya (12/11). 

Pencemaran yang disebabkan oleh sampah, menurutnya menjadi salah satu problem lingkungan paling serius di Indonesia. Sehingga, mau tidak mau, masyarakat harus mulai sadar terhadap ancaman yang akibatkan oleh sampah.

Untuk itu, hemat dia, setidaknya ada 5 aspek penting untuk menjadikan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah, bukan lagi menjadi problem lingkungan serta sosial yang merusak. Pertama, ekologi. Kedua, ekonomi. Ketiga, edukasi. Keempat, energi. Dan kelima, estetika. 

Dari kelima hal ini, Prabang mengajak seluruh peserta untuk mengubah mindsetnya terkait bagaimana memandang sampah. Tidak lagi melihat sebagai problem, tapi memandang sampah dari sudut pandang yang baru dan benar-benar berbeda. Memaknainya sesuai dengan filosofi kata SAMPAH. Yaitu Solusi, Aktif, Mengurangi, Pakai lagi, Alih rupa, dan terakhir Hasilkan nilai tambah. 

"Bagaimana pun, persoalan sampah tidak akan pernah ada habisnya. Jumlah sampah akan jauh lebih banyak dari jumlah manusia. Kalau kita diamkan masalah ini, tentu akan menjadi permasalahan serius di masa depan," tegasnya. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu'ti, ME....

Suara Muhammadiyah

20 April 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 167 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Kauman (Muhika) Muntilan....

Suara Muhammadiyah

21 June 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Tak asing kiranya kita mendengar istilah tafsir tematik. Tafsir yang pe....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Te....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh dan Tarjih Pimpinan Ranting Muhammadiyah Glodog, yang be....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah