Mendesain Green Masjid sebagai Amanat Organisasi

Suara Muhammadiyah

28 May 2025

1015
H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog saat menyampaikan materi di Lokakarya Green Masjid. Foto: Cris

H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog saat menyampaikan materi di Lokakarya Green Masjid. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Jamaluddin Ahmad menyebut, bantalan vital Muhammadiyah terletak di akarnya. Akar itu, sebut Jamal, ada di level ranting, cabang, dan masjid.

“Pusatnya Muhammadiyah memang di PP Muhammadiyah. Namun sebagai suatu gerakan Islam, maka pusatnya Muhammadiyah yang sesungguhnya adalah di cabang ranting dan masjid,” katanya saat memberikan materi Lokakarya Green Masjid inisiasi kolaborasi Eco Bhinneka Muhammadiyah dengan 1000Cahaya, Rabu (28/5) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Jamal menggarisbawahi, jika ketiga variabel tersebut tidak hidup dan aktif, maka Muhammadiyah sebagai gerakan sesungguhnya telah mati. “Meskipun gedungnya PP, PWM, dan PDM masih hidup dan aktif,” sebutnya.

Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya, LPCRPM membuat program masjid percontohan. Dibentangkan Jamal, saat ini LPCRPM telah bekerja sama dengan Lazismu membuat Masjid Berdaya, dengan Lembaga Risiliensi Bencana (LRB) berupa Masjid Tangguh Bencana, dan dengan Eco Bhinneka akan membuat program Green Masjid.

“Itu semua nanti dikumpulkan menjadi masjid-masjid percontohan. Dan sekarang ini upaya kita agar di masjid percontohan nanti bisa memenuhi kriteria sebagai green masjid,” ujarnya.

Jamal mengingatkan pesan Yunus Anis Ketua PP Muham­madiyah periode 1959-1962. Bahwa gambaran ranting itu salah satunya memiliki masjid dan mushala yang besar lagi bersih.

“Bersih dalam konteks sekarang biasa, tapi itu sudah disebut tahun 1928. Bisa dibayangkan betapa maju pikirannya Yunus Anis. Waktu itu masih muda, belum menjadi jenderal beliau, sebelumnya jadi pejuang, tentara, dan satu-satunya Ketua Muhammadiyah yang jenderal. Ahli administrasi, strategi, berpikiran maju, termasuk menyebut masjid yang besar lagi bersih,” urainya.

Bahkan, dalam Pedoman PP Muhammadiyah Nomor 2/PED/I.0/B/2024 tentang Masjid dan Mushala Muhammadiyah dibentangkan, masjid dan mushala diselenggarakan dengan pelbagai prinsip, salah satunya kepedulian dan keseimbangan. “Itu bisa dipahami bahwa mencakup salah satunya masalah masjid ramah lingkungan,” terangnya.

Ditambahkan bahwa pengelolaan masjid dan mushala berbasis pada wawasan kearifan lokal dan lingkungan hidup. Juga harus memadai untuk melaksanakan program dan kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, pelatihan, kesehatan, serta pelayanan dan pemberdayaan yang berkemajuan dan berkelanjutan.

“Itu jelas disebut. Ini wajib dilakukan karena ada peraturan dari Muhammadiyah. Seluruh masjid dan mushala harus memperhatikan itu. Di pedoman saja sudah memerintahkan masjid mushala ramah lingkungan,” tegasnya.

Dan, dalam hasil Rakernas LPCRPM PP Muhammadiyah disebutkan, kriteria masjid mushala dikategorisasikan unggul itu kalau ramah lingkungan (fisik dan sosial). “Ini merupakan turunan dari kredo masjid makmur dan memakmurkan,” pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Dr. Edy Soesanto, SKp., M.Kes dilantik menjadi Rektor Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

13 November 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Perguruan Muhammadiyah Bayan menggelar In House Training (IHT)....

Suara Muhammadiyah

24 June 2026

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Kelompok KKN 1 Dukuhrejosari mengikuti agenda penerjunan Kuliah Kerja ....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung....

Suara Muhammadiyah

9 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah