Meneguhkan Langkah, Strategi Baru MTK PWA Jateng di Era Disrupsi

Publish

30 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
146
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Semangat pembaharuan menyeruak di tengah hangatnya pertemuan Konsolidasi Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Ahad (28/12). Di hadapan para pimpinan dan kader yang memadati ruangan, Prof. Casmini hadir secara daring, tidak sekadar memberikan materi, melainkan menyalakan kembali api semangat dakwah perempuan berkemajuan untuk merespons tantangan zaman.

Dalam paparannya yang bertajuk "Strategi Penguatan Kelembagaan, Kepemimpinan, dan Percepatan Pelaksanaan Program," Prof. Casmini menegaskan posisi vital MTK. Beliau mengingatkan bahwa MTK adalah garda terdepan dalam menjaga akal sehat umat.

Ujung Tombak Pembumian Tarjih

"MTK adalah ujung tombak pembumian tarjih," ujarnya lantang namun menyejukkan. Kalimat ini menjadi alarm kesadaran bagi kita semua. Bahwa MTK bukan sekadar pelaksana program rutin atau pengelola administrasi pengajian, melainkan jembatan penghubung antara putusan tarjih yang tekstual dengan kehidupan umat yang nyata.

Prof. Casmini menekankan, jika Majelis Tarjih bertugas menggali hukum, maka MTK bertugas menghidupkannya. "Tarjih memberi arah, ketarjihan menggerakkan umat," pesannya. Ini adalah panggilan untuk menjadikan ajaran Islam tidak hanya benar secara dalil, tetapi juga solutif bagi masalah sosial dan menggembirakan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Menghadapi "Agama Instan" dengan Dakwah Digital

Tantangan hari ini berbeda. Kita hidup di era di mana otoritas keagamaan terfragmentasi di ruang digital. Prof. Casmini menyoroti fenomena "agama instan",pemahaman agama yang populis, cepat saji, namun seringkali dangkal,yang membanjiri media sosial. 'Aisyiyah tidak boleh diam menjadi penonton.

Strategi progresif pun digulirkan: Tabligh Digital Mencerahkan. Kita harus hadir di layar-layar gawai, menyapa umat dengan konten yang relevan tanpa kehilangan esensi Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Untuk mendukung hal ini, regenerasi menjadi mutlak. Program "Pelatihan Mubalighat Milenial" dan kolaborasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Putri menjadi prioritas agar bahasa dakwah 'Aisyiyah tetap renyah dan diterima generasi Z.

Di sisi lain, dakwah darat tak dilupakan. Penguatan basis komunitas melalui Qaryah Thayyibah dan optimalisasi BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah 'Aisyiyah) terus digalakkan sebagai bukti kehadiran 'Aisyiyah dalam mendampingi persoalan riil keluarga Indonesia.

Tiga Pilar Kepemimpinan Transformatif

Namun, program yang hebat butuh nakhoda yang tangguh. Dalam momen penting ini, Prof. Casmini menjabarkan konsep Kepemimpinan Transformatif yang harus dimiliki setiap pimpinan MTK. Beliau menegaskan bahwa pemimpin di era ini tidak bisa lagi sekadar bekerja administratif, melainkan harus memegang tiga prinsip utama:

Pertama, Inspirasi Perubahan. Pemimpin MTK dituntut mampu menciptakan visi yang jelas dan menggerakkan perubahan berbasis nilai Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB). Pemimpin hadir bukan untuk mempertahankan kenyamanan status quo, melainkan membawa organisasi beradaptasi lincah dengan zaman.

Kedua, Memberdayakan Anggota. "Bukan zamannya lagi one-woman show," pesan tersirat dari materi beliau. Kepemimpinan transformatif mewajibkan adanya pemberdayaan melalui pendidikan dan pelatihan. Setiap anggota harus diberikan ruang untuk berkontribusi aktif, sehingga kaderisasi berjalan alami dan komunikasi lintas generasi, yang sering menjadi kendala,dapat terjalin harmonis.

Ketiga, Berorientasi Capaian Program. Prof. Casmini mengingatkan agar program tidak terjebak pada rutinitas menggugurkan kewajiban. Harus ada target yang terukur yang mendukung peningkatan kualitas implementasi dakwah di lapangan.

Panggilan Hati untuk Bergerak

Konsolidasi ini bukan sekadar tentang laporan pertanggungjawaban. Ini adalah momen penyamaan frekuensi hati dan pikiran. Prof. Casmini menutup dengan pesan yang menyentuh relung hati setiap kader: Lakukanlah dakwah dengan sinergis, adaptif, dan responsif.

Mari kita jawab tantangan zaman ini dengan kerja nyata. Saatnya MTK Jawa Tengah melangkah lebih tegap, menjadikan Islam Berkemajuan sebagai nafas gerakan, demi terciptanya Qaryah Thayyibah dan keluarga sakinah di seluruh pelosok negeri.

Bersama 'Aisyiyah, mari kita terus Mencerahkan, Meneguhkan, dan Menggembirakan semesta.

Nur Ngazizah, Kordiv DTDK MTK PWA Jateng


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo mengadakan serangk....

Suara Muhammadiyah

26 May 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Perkembangan media digital menjadi peluang bagi dakwah Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Berita

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Pro....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melepas sedikitnya 20 mah....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Problematika sampah menjadi isu serius yang dihadapi Kota Bandun....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024