Mengelola Emosi Positif, Strategi Bangun Ketahanan Mental dan Spiritual

Suara Muhammadiyah

9 September 2025

1259
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Emosi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena berperan besar dalam memengaruhi pikiran, perilaku, dan kondisi fisik seseorang.

Hal ini disampaikan Kaprodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung Rika Dwi Agustiningsih dalam paparannya di program GSM Aisyiyah Jawa Barat belum lama ini mengenai pentingnya menumbuhkan emosi positif dalam perspektif Islam dan psikologi.

Menurut Rika, dalam kacamata psikologi, emosi didefinisikan sebagai keadaan perasaan yang kompleks yang mampu menimbulkan perubahan fisik ataupun psikologis sehingga memengaruhi cara berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, emosi tidak bisa dipandang remeh, kata Rika, sebab ia berperan besar dalam menentukan arah kehidupan seseorang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan teori broaden-and-build dari Barbara Fredrickson yang menyebutkan bahwa emosi positif seperti kegembiraan, cinta, kepuasan, rasa syukur, sabar, kasih sayang, dan optimisme dapat memperluas pola pikir dan tindakan sesaat seseorang. Hal ini kemudian membangun sumber daya pribadi jangka panjang, baik intelektual, sosial, maupun psikologis.

”Kalau emosi negatif itu cenderung mempersempit fokus karena merasa terancam, maka emosi positif justru memperluas pikiran sehingga lebih kreatif dan fleksibel,” ujar Rika.

Menurutnya, tidak heran bila emosi positif dapat menurunkan stres, memperkuat relasi sosial, serta meningkatkan kreativitas dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Dalam perspektif Islam, lanjut Rika, emosi positif juga memiliki posisi penting. Islam mengajarkan umatnya untuk mengelola perasaan dengan baik agar tercapai ketenangan jiwa.

Emosi positif seperti syukur, sabar, dan kasih sayang merupakan bagian dari ajaran Islam yang dapat menumbuhkan kesehatan mental sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Ia menegaskan, Al-Quran telah menyinggung pentingnya menumbuhkan emosi positif dalam QS Ar-Ra’d ayat 28: ”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Menurut Rika, ayat ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya ditentukan oleh kondisi lahiriah. Namun, juga oleh ketenangan spiritual yang lahir dari kedekatan dengan Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Rika menjelaskan bahwa fungsi utama emosi positif adalah menjaga keseimbangan mental dan spiritual. Dengan menumbuhkan emosi yang baik, seseorang dapat mencapai kebahagiaan hakiki, yakni ketenangan psikis sekaligus keridaan spiritual. ”Pada titik ini, ajaran Islam dan psikologi modern saling melengkapi dalam membangun kesehatan mental,” katanya.

Untuk menumbuhkan emosi positif, Rika menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti melatih rasa syukur, bersabar dalam menghadapi ujian, menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama, dan berpikir optimis.

”Kalau kita konsisten, itu akan menjadi bekal dalam membangun daya tahan mental sekaligus spiritual yang kuat,” tuturnya. Dengan begitu, emosi positif tidak hanya menjaga kesehatan jiwa, tetapi menjadi jalan menuju kebahagiaan sejati yang diridai Allah.*(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KENDARI, Suara Muhammadiyah - Dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Dr. ....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

31 March 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Pek....

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah terus mengupayakan agar terwujudnya masjid unggul. Dal....

Suara Muhammadiyah

6 July 2025

Berita

BANTEN, Suara Muhammadiyah - Menjelang agenda Tanwir Nasyiatul Aisyiyah (NA) II yang akan berlangsun....

Suara Muhammadiyah

3 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah