Menghindari Perbuatan Menyelidiki Rahasia Tetangga

Publish

30 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
111
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Menghindari Perbuatan Menyelidiki Rahasia Tetangga

Oleh: Mohammad Fakhrudin

Topik kajian “Menghindari Perbuatan Menyelidiki Rahasia Tetangga” merupakan butir ke-8 dari 11 butir perilaku hidup bertetangga yang terdapat di dalam Himpunan Putusan Tarjih Jilid 3 (hlm.456). Kedamaian atau kegaduhan hidup bertetangga dapat disebabkan oleh perilaku tetangga yang satu terhadap tetangga yang lain. Kadang-kadang ada tetangga yang tidak sadar bahwa ucapan dan perilakunya membuat kegaduhan atau ketidaknyamanan.

Salah satu perilaku yang dapat menyebabkan kegaduhan atau ketidaknyamanan di dalam hidup bertetangga adalah menyelidiki rahasia tetangga. Lebih-lebih lagi, jika perbuatan yang demikian didasari oleh keirian, kedengkian, dan kebencian. Oleh karena itu, muslim mukmin wajib menghindarinya.

Larangan Menyelidiki Rahasia Tetangga

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an surat al-Hujurat (49):12

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ  

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya, sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Menurut Abu Isma’il Muslim al-Atsari di dalam artikelnya “Tajassus terhadap Mukmin Adalah Dosa Besar” yang dipublikasi di al-Manhaj,  makna tajassus secara bahasa adalah mencari-cari berita dan menyelidiki sesuatu yang rahasia.

Sementara itu, di dalam HR al-Bukhari dijelaskan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jauhilah persangkaan karena sesungguhnya persangkaan itu berita yang paling dusta. Dan janganlah kamu melakukan tahassus, tajassus, saling hasad, saling membelakangi, dan saling benci. Jadilah kalian bersaudara, wahai para hamba Allâh!”

Masyaallah! Begitu mulia ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sangat jelas bahwa salah satu perbuatan orang beriman yang dilarang adalah mencari-cari berita dan menyelidiki sesuatu yang rahasia.

Rahasia Tetangga

Setiap keluarga pasti mempunyai rahasia. Hal yang dirahasiakan tentulah bersifat sangat pribadi dan sensitif. Mungkin rahasia itu berhubungan dengan kekurangan pada suami istri di dalam usaha menyatukan keinginan dan cara mencapainya. 

Boleh jadi istri berkeinginan agar anaknya segera menikah karena sudah berusia lebih dari 30 tahun. Namun, suaminya mempunyai keinginan yang berbeda. Boleh jadi mereka mempunyai keinginan sama, tetapi cara mencapainya berbeda. Perbedaan itu sering membuat "kegaduhan" di dalam keluarga. Kiranya dapat kita pahami jika hal itu dirahasiakan. 

Mungkin juga anaknya sudah menikah, tetapi usia pernikahannya hanya satu tahun atau malah kurang. Pernikahannya berakhir dengan perceraian bukan karena suami atau istri meninggal. Hal itu pun merupakan rahasia. 

Ada kasus lain. Baru enam bulan tetangga melaksanakan tugas sebagai pejabat di kantor pemerintah, tetapi dia dimutasi. Boleh jadi, itu pun merupakan rahasia. Tidak tertutup kemungkinan dia dimutasi dalam rangka promosi jabatan! Namun, boleh jadi juga karena ada konflik dengan atasan. Dalam hal ini sangat mungkin juga tetangga kita itu berpegang pada prinsip menegakkan aturan sebagaimana mestinya, sedangkan atasannya ingin “bermain” dengan aturan tersebut.

Masih ada lagi. Tetangga kita resign dari ASN. Penyebabnya bermacam-macam. Salah satu di antaranya adalah ketidaknyamanan berkerja karena teman-teman kerjanya merasa bangga dengan “kesuksesannya” melakukan korupsi. Karena teman-temannya seperti itu, bahkan, selalu mengolok-oloknya dengan kata-kata , “Jangan sok suci” akhirnya dia memilih resign.  
 
Ada juga anak tetangga yang usia pernikahannya sudah 3 tahun, tetapi belum ada tanda-tanda hamil. Penyebabnya merupakan rahasia.  

Menjadi Pendengar yang Cerdas

Jika di antara tetangga kita “curhat” tentang masalah yang dihadapinya, kita mendengarkannya dengan penuh perhatian dan cerdas. Pandangan kita terfokus pada wajahnya dengan keramahan. Kita merespons pada bagian-bagian tertentu yang memerlukan respons. Respons kita dapat berupa gerakan anggota tubuh dan/atau kata-kata.

Tidak perlu kita mengatakan bahwa kita sudah mengetahui masalah yang diceritakannya meskipun kita memang sudah mengetahuinya. Tidak perlu juga tergesa-gesa kita memberikan komentar. Kita baru berpendapat jika sudah dimintanya. Kita memberikan solusi jika dimintanya. Namun, kita harus tetap ramah dan berlapang dada jika dia “belum” menerima pendapat kita, bahkan, gagal paham. Kita sadar-sesadar-sadarnya bahwa tetangga memang beragam dalam berbagai aspek.

Hal penting yang harus selalu kita ingat adalah sifat masalah yang kita dengarkan. Masalah itu bersifat sangat pribadi dan sensitif. Oleh karena itu, kita harus merahasiakannya. Jika mudaratnya lebih besar, kepada keluarga sendiri pun masalah itu tidak kita ceritakan

Ilmu dan Intuisi

Dalam hal tertentu, lebih-lebih yang berhubungan dengan tindak kriminal, jika mempunyai ilmu yang cukup memadai, sangat baik kita tidak tinggal diam terhadap perilaku tetangga yang patut diduga kuat merahasiakan perbuatannya. Rumah tetangga yang digunakan untuk berjudi sembunyi-sembunyi merupakan salah satu contoh yang tidak boleh kita biarkan.

Tetangga yang sering menerima tamu “misterius” pada malam hari pun kiranya perlu kita perhatikan, Mereka mungkin pengedar sabu-sabu atau kelompok pelaku tindak kriminal lainnya. Tentu saja kita kidak bertindak sendiri. Kita berkoordinasi dengan institusi yang berkompeten.

Orang yang mempunyai ilmu luas, kecerdasan intelektual yang tinggi, pengalaman yang banyak, intuisi yang terasah dengan baik, ditambah lagi dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala biasanya mempunyai intuisi yang tajam. Ketajaman intuisi ini dapat menjadi modal dalam penyelidikan rahasia tetangga yang harus dibongkar.

Orang awam lebih mengutamakan spekulasi, bahkan, prasangka. Jika demikian halnya keadaan kita, lebih baik menghindari perbuatan menyelidiki rahasia tetangga. Kita menghindari  "kepo" agar tidak menimbulkan fitnah dan akibat buruk yang lain. 

Allahu a’lam


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Menikmati (tanpa) Memiliki Oleh: Ahsan Jamet Hamidi, Ketua PRM Legoso, Wakil Sekretaris LPCRPM....

Suara Muhammadiyah

19 June 2024

Wawasan

Sangkan Paran Dumadi  Oleh: Rumini Zulfikar, Penasehat PRM Troketon "Salah satu sifat manusia....

Suara Muhammadiyah

25 May 2024

Wawasan

Berdaya di Peradaban Ekonomi Digital Oleh: Budi Utomo, M.M., Dosen Manajemen Bisnis Syariah FE....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Wawasan

Refleksi Ramadhan: Saatnya Merenung dan Menghitung Nikmat yang Telah Diberikan Oleh: Furqan Mawardi....

Suara Muhammadiyah

1 March 2025

Wawasan

Kampus Merdeka, Kuliah Untuk Semua Oleh: Faozan Amar, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA Sal....

Suara Muhammadiyah

27 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah