Menikmati Kejutan Sampai Akhir

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

131
FIFA World Cup 2026

FIFA World Cup 2026

Menikmati Kejutan Sampai Akhir

Oleh: Diko Ahmad Riza Primadi, Penikmat Sepak Bola Piala Dunia 2026

“Bola itu bundar dan menggelinding” bukan sekadar frasa klise dalam sepak bola. Secara filosofis, ini adalah metafora tentang ketidakpastian dan kehendak bebas. Mungkin filosofi inilah yang tepat untuk menggambarkan setiap pertandingan sepak bola. Di setiap pertandingannya menyimpan misteri tentang siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Atau justru angkat koper setelah peluit panjang dibunyikan. 

Sebelum laga Brazil kontra Maroko di Grup C (14/6), Pelatih Tim Samba Carlo Ancelotti menyebut bahwa dalam sepak bola modern, tidak ada tim yang lemah. Setiap tim memiliki peluang yang sama untuk menang. Baginya, sebutan tim underdog seakan sudah tidak lagi relevan, mengingat seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 adalah tim-tim terbaik yang mewakili benua masing-masing.

Sebut saja timnas Jepang, meski tidak diunggulkan saat menjamu Belanda di pertandingan pembuka grup F, Samurai Biru mampu menahan imbang negeri kincir angin itu dengan skor 2-2. Bermain imbang dengan Swedia 1-1, dan menang melawan Tunisia dengan keunggulan telak 4-0. Lalu lolos ke babak 32 besar dengan status runner up tanpa sekalipun kalah. Namun fase selanjutnya tidak mudah bagi Jepang.

Meski harus tersingkir setelah kalah dari sang juara Grup C Brazil dengan skor 2-1, Jepang tetap layak mendapat apresiasi tinggi karena menjadi salah satu perwakilan Asia yang lolos fase 32 besar bersama Australia.

Kejutan tak kalah seru juga datang dari timnas Cabo Verde. Negara kepulauan vulkanik berpenduduk tidak lebih dari 600 ribu jiwa itu berhasil membuat gempar publik dunia. Banyak yang bertanya, bagaimana mungkin sebuah negara kecil, baru berdiri sekitar tahun 1970-an, dan baru pertama kalinya lolos di ajang paling bergengsi sepak bola dunia, mampu menghadirkan kejuatan tak terkira.

Tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi, Cabo Verde berhasil membuat jutaan pasang mata terpukau. Salah satunya melalui aksi heriok sang penjaga gawang, Vozinha. Aksi heroiknya terjadi saat menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta. Ia mencatatkan 7 penyelamatan penting dari 27 tembakan Spanyol, dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga tersebut, dan mencetak sejarah sebagai pemain debutan tertua yang mencatatkan clean sheet. Meski dalam 3 laga hanya bermain seri, namun Cabo Verde berhasil keluar sebagai runner up grup.

Pesta belum berakhir. Di babak 32 besar, Cabo Verde kembali tampil memukau saat berhadapan dengan juara bertahan Argentina. Cabo Verde mampu memaksa Argentina ke babak ekstra time dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan dramatis sang juara bertahan.

Capaian Cabo Verde ini berbanding terbalik dengan tim-tim yang memiliki rekam jejak kuat di beberapa edisi Piala Dunia sebelumnya. Sebut saja Uruguay dan Korea Selatan yang harus angkat koper terlebih dulu setelah fase grup. Kemudian menyusul Jerman, Brazil, Portugal, Kanada, dan Meksiko yang gugur di babak 32 dan 16 besar.

Kejutan lain datang dari timnas Norwegia. Negeri para Viking itu berhasil melaju hingga ke babak seperempat final setelah sebelumnya absen 28 tahun di pesta akbar olahraga paling popular sejagat. Bagi Erling Haaland dan kawan-kawan, prestasi tersebut merupakan catatan terbaik dari empat kali partisipasi mereka di piala dunia.

Misteri untuk Dinikmati

Ajang akbar empat tahunan itu telah memasuki babak akhir. Ada 4 tim tersisa untuk memperebutkan trofi Piala Dunia 2026. Ada Perancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina. Dua tim melaju ke final untuk memperebutkan gelar juara. Dua tim lainnya harus bertanding untuk mengisi posisi ketiga.

Tentu, seluruh tim akan tampil habis-habisan di laga ini. Tim mana yang akan keluar sebagai juara, tidak ada yang tahu secara pasti. Karena sekali lagi, semua negara berpotensi mengunci gelar juara, khususnya Timnas Spanyol dan Argentina yang masing-masing berhasil menumbangkan Prancis dan Inggris di semifinal. Prediksi hanya berlaku di atas kertas. Namun di lapangan, segala hal dapat terjadi. Mari kita nikmati misteri ini sebagai upaya untuk merefleksikan diri. Bahwa segala sesuatu yang belum terjadi patut untuk dirayakan. Karena esok masih menjadi misteri, pertandingan sepak bola selalu enak dan seru untuk dinikmati. 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Idul Fitri dan Keadilan Sosial Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Wawasan

Dakwah Kultural: Memperluas Dakwah Komunitas dan Akar Rumput Muhammadiyah Oleh: Agus setiyono, Sek.....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Wawasan

Idul Fitri dan Penafsiran Budaya Oleh: Fokky Fuad Wasitaatmadja, Associate Professor, Universitas A....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Wawasan

Meneladani Pak AR: Seni Memimpin dengan Humor dan Sarung yang Melintasi Zaman Oleh: Arif Rahman Hak....

Suara Muhammadiyah

11 July 2026

Wawasan

Saat Perubahan Terasa Berat, Padahal Niat Sudah Kuat Oleh: Ratna Arunika, Pengurus Pimpinan Wilayah....

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah