Menyehatkan Umat dengan Menguatkan Fasilitator, Menghidupkan Masjid dan Ranting
Oleh: Ahsan Jamet Hamidi, Wakil Sekretaris LPCRPM PP Muhammadiyah
Dakwah Kesehatan Berbasis Ranting dan Masjid
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan memiliki komitmen untuk membangun kehidupan umat berdasarkan nilai tauhid, ilmu, amal, dan kemaslahatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPKU PP Muhammadiyah) bersama Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPCRPM PP Muhammadiyah) mengembangkan Program Satu Ranting Satu Kader Kesehatan (SRSK) Generasi Muhammadiyah (GenMu) Sehat Berkemajuan. Program ini merupakan gerakan dakwah kesehatan yang bertujuan menghadirkan kader kesehatan di setiap ranting Muhammadiyah untuk menggerakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memperkuat dakwah kesehatan, serta memberdayakan masyarakat berbasis ranting, keluarga, dan masjid.
Program SRSK hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya penyakit tidak menular, masih tingginya kasus tuberkulosis (TB), permasalahan gizi, rendahnya penerapan PHBS, terbatasnya literasi kesehatan dan literasi digital, serta tingginya risiko bencana di Indonesia. Dengan didukung jaringan ranting, masjid, Amal Usaha Muhammadiyah bidang kesehatan, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA), serta berbagai majelis dan lembaga, Program SRSK mengintegrasikan potensi Persyarikatan untuk membangun ekosistem dakwah kesehatan yang promotif, preventif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Keberhasilan Program SRSK sangat ditentukan oleh ketersediaan fasilitator yang memiliki kompetensi ideologis, metodologis, dan teknis dalam mendampingi kaderisasi serta pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, MPKU PP Muhammadiyah bersama LPCRPM PP Muhammadiyah menyelenggarakan Workshop Nasional Fasilitator Program Satu Ranting Satu Kader Kesehatan (SRSK) Generasi Muhammadiyah (GenMu) Sehat Berkemajuan sebagai langkah strategis untuk menyiapkan fasilitator yang mampu mengembangkan kader kesehatan di tingkat ranting serta menjadikan ranting dan masjid sebagai pusat dakwah, pembinaan umat, dan penggerak budaya hidup bersih, suci, sehat, dan berkemajuan.
Workshop Nasional Fasilitator SRSK
Workshop yang dibuka oleh Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog dan dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes. menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah diselenggarakan di RSIJ Pondok Kopi pada 3–5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama sekaligus forum konsolidasi untuk memperkuat kapasitas fasilitator dalam mengembangkan Program SRSK di berbagai wilayah Indonesia.
Peserta workshop berasal dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah. Mereka terdiri atas MPKU dan LPCRPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Lampung.
Selain itu, peserta juga berasal dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA), yaitu Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, Universitas Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Unsur Rumah Sakit Muhammadiyah dan 'Aisyiyah yang terlibat meliputi RSIJ Pondok Kopi, RSIJ Sukapura, RS Muhammadiyah Metro Lampung, PKU Muhammadiyah Bantul, PKU Muhammadiyah Gamping, dan RS Muhammadiyah Lamongan. Workshop juga diikuti oleh unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, serta pengurus masjid Muhammadiyah yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project).
Membekali Fasilitator dengan Kompetensi Utama
Materi yang diberikan kepada peserta dirancang untuk memperkuat kapasitas fasilitator, meliputi:
• Program dan Strategi Gerakan GenMu Sehat Berkemajuan dan SRSK oleh Assoc. Prof. Dr. Emma Rachmawati, Drs., M.Kes.
• Konsep Masjid Sehat Berkemajuan oleh dr. Fakhri Haidar Anis.
• Perencanaan Pelatihan oleh Dr. Sarah Handayani, S.K.M., M.Kes.
• Peran, Tugas, dan Etika Fasilitator oleh Ahsan Jamet Hamidi.
• Manajemen Pembelajaran Orang Dewasa oleh Lia Karisma Saraswati, M.Kes.
• Evaluasi Pelatihan oleh Yuniar Wardani, S.K.M., M.P.H., Ph.D.
• Komunikasi Efektif oleh Dr. Husnan Nurjuman, M.Si.
• Praktik Terbimbing Fasilitasi oleh Ahsan Jamet Hamidi.
• Diskusi Kelompok dan Persiapan Praktik oleh Salmah Fauziah, S.Gz.
Workshop menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif yang memadukan ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, praktik fasilitasi, presentasi, refleksi pembelajaran, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mendampingi pelaksanaan Program SRSK di wilayah masing-masing.
Capaian Strategis Workshop
Workshop Nasional ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta, tetapi juga menghasilkan berbagai keputusan strategis sebagai fondasi pengembangan Program SRSK di tingkat nasional maupun wilayah.
Salah satu capaian utama workshop adalah terbentuknya jejaring fasilitator nasional beserta struktur koordinasi wilayah yang akan menjadi penggerak implementasi Program SRSK secara berkelanjutan.
Koordinator wilayah yang ditetapkan meliputi Umar Syahid sebagai Koordinator Wilayah DKI Jakarta, Yogi Catur Putra sebagai Koordinator Wilayah Lampung, Nasihin sebagai Koordinator Wilayah Jawa Barat, Alif Azizi sebagai Koordinator Wilayah DI Yogyakarta, Alifin sebagai Koordinator Wilayah Jawa Timur, serta Hendayani sebagai Koordinator Wilayah Kalimantan Selatan. Keberadaan para koordinator wilayah tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi, pendampingan, serta jejaring fasilitator dalam mengimplementasikan Program SRSK secara efektif dan berkesinambungan.
Workshop juga menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh setiap peserta sebagai panduan implementasi Program SRSK di wilayah masing-masing. Selain itu, tersusun pemetaan potensi, tantangan, dan kebutuhan ranting sasaran sebagai dasar penyusunan strategi implementasi program, sekaligus terbentuk kelompok kerja implementasi Program SRSK di tingkat wilayah. Seluruh capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan dakwah kesehatan Muhammadiyah berbasis ranting, keluarga, dan masjid.
Ke depan, keberhasilan Program Satu Ranting Satu Kader Kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya pelatihan yang diselenggarakan, tetapi terutama dari konsistensi para fasilitator dalam mendampingi ranting, membangun jejaring kolaborasi, serta menggerakkan masyarakat menuju budaya hidup bersih, suci, sehat, dan berkemajuan. Dengan fasilitator yang kompeten, ranting Muhammadiyah diharapkan semakin hidup sebagai pusat dakwah, pemberdayaan, dan pelayanan kesehatan bagi umat.

