Metode Rasional, Obor di Tengah Kegelapan Filsafat Ilmu

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

1300
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Oleh: Wiwik Rahayu, Mahasiswa Program Doktor Farmasi UAD Yogyakarta

 

"Mempelajari filsafat itu seperti orang buta mencari kucing hitam di ruangan gelap, padahal kucingnya tidak ada."

 

Ungkapan ini menggambarkan perasaan saya saat mempelajari filsafat ilmu sejak S1 hingga S2. Nilai boleh bagus, makalah bisa selesai, tapi hakikatnya? Tak benar-benar saya pahami.

Hingga di jenjang doktoral, saya mulai membaca ulang dengan sudut pandang yang berbeda dan menemukan pencerahan melalui metode rasional, metode berpikir Islam yang dikenalkan oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, ulama dan pemikir asal Palestina yang dikenal membangun sistem berpikir Islami yang logis, terstruktur, dan berbasis aqidah.

Beliau mengajarkan bahwa dengan menggabungkan fakta, indera, otak, dan informasi yang sahih, kita bisa mencapai keyakinan 100% terhadap kebenaran, bahkan terhadap hal-hal yang tak bisa diindera seperti Tuhan, malaikat dan kehidupan akhirat.

Dengan pendekatan ini, saya justru menyadari bahwa menolak keberadaan Tuhan jauh lebih sulit secara rasional daripada mengakuinya.

Alam semesta ini tidak mungkin muncul tanpa pencipta. Tidak ada satu pun bukti rasional yang kokoh untuk menyangkal Tuhan tanpa jatuh pada kontradiksi.

Selama ini kita terlalu bergantung pada metode ilmiah Barat, yang memang efektif untuk membuktikan realitas fisik yang dapat diindra. Namun, metode ini tidak mampu menjangkau realitas metafisik.

Metode ilmiah hanyalah bagian dari metode rasional, dan tidak cukup dijadikan sebagai satu-satunya cara untuk memahami seluruh kebenaran.

Sudah saatnya umat Islam memiliki metode berpikir sendiri. Kita tidak harus bergantung pada definisi filsafat dari pemikir Barat yang sekuler atau pemikir sosialis komunis yang empiris, agnostik, bahkan ateistik

Kita bisa membedah realitas dengan akal yang berpijak pada aqidah Islam, dan membangun filsafat ilmu yang bukan hanya cerdas, tetapi juga mengarah pada kebenaran mutlak dari wahyu.

Sejatinya filsafat ilmu itu tidak sulit jika pendekatannya tidak sempit. Filsafat ilmu tidak akan lagi gelap jika kita membawa obor metode rasional ke dalamnya.

Maha benar Allah, yang telah menyempurnakan Islam sebagai agama yang menjelaskan segala sesuatu, menjadi petunjuk, cahaya, dan rahmat bagi seluruh alam.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Syukur, Kode Rahasia Neurologis untuk Kebahagiaan  Oleh: Ratna Arunika, Anggota PWA Jatim Hid....

Suara Muhammadiyah

21 November 2025

Wawasan

Disiplin dan AUM: Kunci Prestasi Santri Darul Arqam Muhammadiyah Garut Oleh: Bayu Madya Chandra, SE....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Wawasan

Rasa Tanggung Jawab Penulis: Iu Rusliana, Penulis adalah dosen Program MM Uhamka dan Sekretaris Pim....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Wawasan

Menumbuhkan Keikhlasan dan Integritas Kader dalam Ber-Muhammadiyah Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Ari....

Suara Muhammadiyah

20 September 2025

Wawasan

Menyosong Lahirnya Pemimpin Daerah yang Amanah Oleh: Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag, Dosen Fakul....

Suara Muhammadiyah

26 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah