BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pengajian selapanan yang sudah rutin dilaksanakan Pengurus Cabang Muhammadiyah Purwokerto Selatan secara bergilir tempatnya, pada Ahad 18 Februari 2026 ini dilaksanakan di Masjid An Nur di PRM Tanjung yang dihadiri kurang lebih 400 jamaah. Pengisi kajian adalah Ust.Assoc Prof.Dr.H.Ibnu Hasan,M.Si, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah. Tema kajian adalah mewujudkan peradaban manusia yang unggul dalam menghadapi Era Digital melalui AUM.
Pengajian dihadiri oleh warga dan pengurus PCA dan PRM se wilayah Purwokerto Selatan. Sebelum pengajian dilaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk tensi, asam urat, kholesterol dan gula darah dengan petugas dari Desa Sehat Mandiri Sinar Tanjung PRA Tanjung, inilah yang membedakan dengan pengajian lainnya.
Dalam kajiannya Ust.Ibnu menyampaikan bahwa amal usaha Muhammadiyah (AUM) didirikan dengan tujuan untuk mencapai tujuan Muhammadiyah, diantaranya adalah pendidikan dan pengajaran, kesejahteraan sosial, dakwah dan penyebaran Islam. Pendidikan dan pengajaran menjadi penting karena sebagai sarana untuk mengembangkan pembelajaran dan pengamalan Islam.
Disampaikan lebih lanjut bahwa gerakan Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada pemurnian ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai modernitas, ilmu pengetahuan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan yang progresif, Muhammadiyah berhasil melahirkan kader-kader yang berperan aktif dalam pembangunan bangsa, memperkuat jaringan organisasi hingga ke tingkat internasional, serta menjadikan dakwahnya relevan dengan tantangan zaman.
Disampaikan juga oleh Ust . Ibnu bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan wajah nyata dakwah yang menampilkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Melalui jaringan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, hingga lembaga ekonomi, AUM menjadi sarana dakwah yang tidak hanya menyampaikan ajaran secara lisan, tetapi juga menghadirkannya dalam bentuk pelayanan sosial, pendidikan, dan kesehatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran AUM menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah bukan sekadar ceramah, melainkan aksi nyata yang meneguhkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga umat merasakan dakwah sebagai solusi dan pencerahan bagi berbagai persoalan kehidupan.
Dalam pengajian ini Ust. Ibnu juga menegaskan untuk mewujudkan peradaban yang tinggi harus ditempuh dengan paham dan gerakan Islam berkemajuan. Salah satu produk terbaru yang disepakati bersama adalah terwujudnya Kalender Hijriyah Global (KHGT) sebagai bagian dari produk peradaban umat Islam.
Disisi lain insan pengelola AUM hendaknya bersinergi dengan pimpinan Muh untuk memajukan dakwah mewujudkan tujuan Muh yaitu membangun peradaban yang unggul (khairu ummah) menuju masyarakat yang baik dibawah naungan ampunan Allah (baldatun thayyibatun warabbun ghafur). (Eka)

