Milad ke-16 Persada, Agus Taufiqurrahman Dorong Anak Muda Berpikir Jauh ke Depan

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

646
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat memberikan amanat dalam Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: Cris

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat memberikan amanat dalam Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menyebut, generasi muda (Gen-Z) berada di kategori usia emas. Menurutnya, kategorisasi ini punya sesuatu hal distingtif dengan generasi sebelumnya.

"Fisiknya sedang hebat-hebatnya, energi sedang hebat-hebatnya, semangatnya sedang hebat-hebatnya, yang tidak hebat uangnya," kata Agus disertai gelak tawa saat Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta di Kampus 4, Kamis (8/1).

Sebagai generasi penerus, generasi muda diingatkan untuk memanfaatkan waktu. Terlebih khusus, Nabi Muhammad Saw juga mengingatkan untuk memanfaatkan kesempatan sebelum datang perkara lainnya.

"Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati," tuturnya, menukil Hadis Riwayat al-Hakim.

Secara khusus, Agus menggarisbawahi dua hal terkait pesan Nabi Muhammad Saw tersebut. Pertama soal kesehatan. Banyak generasi muda yang mengaburkan substansi kesehatan ini. Tak ayal, bermunculan benih penyakit di dalam tubuhnya.

"Biasanya kolestrol tinggi, trigliseridanya tinggi (kondisi kadar lemak darah yang melebihi batas normal)," sebut Agus.

Di sinilah kemudian Agus mengajak generasi muda untuk menjaga kesehatan secara saksama. Yang kedua, lapang sebelum sempit. Dengan mengontekstualisasikan dunia akademik, Agus mendorong untuk punya mindset berpikir jauh ke depan.

"Maka mumpung di usia muda, tolong di setting (pikiran) yang baik (ke depan mau jadi apa)," ujarnya, menggarisbawahi banyak anak muda yang menyesal dengan tidak memiliki kesiapan sedari sekarang.

"Nyesalnya lagi dulu ketika muda saya tidak pernah menanamkan menjadi profesor. Yang saya tanamkan cuma saya ingin lulus jadi dokter, praktek di desa. Yang saya setting itu, akhirnya saya tidak sampai guru besar," ungkapnya.

Karena itu, Agus mendorong generasi muda jangan skeptis dalam menggapai cita-cita. Selagi ada kesempatan, segera manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. 

"Maka adik-adik berdiaspora jadi apa pun," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 Universi....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terima kunjungan Universitas Anda....

Suara Muhammadiyah

26 October 2023

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh (FAI-UNMUHA) lak....

Suara Muhammadiyah

26 October 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Dalam sebuah acara bedah buku yang berlangsung Rabu, 10 Januari....

Suara Muhammadiyah

12 January 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah — Momentum Idul Adha 1446 H di Pesantren Muhammadiyah Boarding Scho....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah