Milad ke-16 Persada, Agus Taufiqurrahman Dorong Anak Muda Berpikir Jauh ke Depan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
253
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat memberikan amanat dalam Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: Cris

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat memberikan amanat dalam Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menyebut, generasi muda (Gen-Z) berada di kategori usia emas. Menurutnya, kategorisasi ini punya sesuatu hal distingtif dengan generasi sebelumnya.

"Fisiknya sedang hebat-hebatnya, energi sedang hebat-hebatnya, semangatnya sedang hebat-hebatnya, yang tidak hebat uangnya," kata Agus disertai gelak tawa saat Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta di Kampus 4, Kamis (8/1).

Sebagai generasi penerus, generasi muda diingatkan untuk memanfaatkan waktu. Terlebih khusus, Nabi Muhammad Saw juga mengingatkan untuk memanfaatkan kesempatan sebelum datang perkara lainnya.

"Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati," tuturnya, menukil Hadis Riwayat al-Hakim.

Secara khusus, Agus menggarisbawahi dua hal terkait pesan Nabi Muhammad Saw tersebut. Pertama soal kesehatan. Banyak generasi muda yang mengaburkan substansi kesehatan ini. Tak ayal, bermunculan benih penyakit di dalam tubuhnya.

"Biasanya kolestrol tinggi, trigliseridanya tinggi (kondisi kadar lemak darah yang melebihi batas normal)," sebut Agus.

Di sinilah kemudian Agus mengajak generasi muda untuk menjaga kesehatan secara saksama. Yang kedua, lapang sebelum sempit. Dengan mengontekstualisasikan dunia akademik, Agus mendorong untuk punya mindset berpikir jauh ke depan.

"Maka mumpung di usia muda, tolong di setting (pikiran) yang baik (ke depan mau jadi apa)," ujarnya, menggarisbawahi banyak anak muda yang menyesal dengan tidak memiliki kesiapan sedari sekarang.

"Nyesalnya lagi dulu ketika muda saya tidak pernah menanamkan menjadi profesor. Yang saya tanamkan cuma saya ingin lulus jadi dokter, praktek di desa. Yang saya setting itu, akhirnya saya tidak sampai guru besar," ungkapnya.

Karena itu, Agus mendorong generasi muda jangan skeptis dalam menggapai cita-cita. Selagi ada kesempatan, segera manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. 

"Maka adik-adik berdiaspora jadi apa pun," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SALATIGA, Suara Muhammadiyah - Perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan berperan untuk memberikan k....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) Qursains Wonogiri menggelar apel ....

Suara Muhammadiyah

2 March 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Pelantikan dan....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua....

Suara Muhammadiyah

15 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pi....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024