Mimbar Iqra UM Bandung: Kebutuhan Pangan Meningkat dan Peran Bioteknologi

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

1456
Mimbar Iqra UM Bandung

Mimbar Iqra UM Bandung

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 60 persen atau 7,9 juta luas tanah di Indonesia mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan. Hal tersebut terlihat dari turunnya produktivitas tanaman pangan yang dihasilkan oleh para petani di Indonesia.

Begitulah yang dikatakan dosen program studi Bioteknologi UM Bandung Muhammad Fauzi dalam kegiatan Mimbar Iqra edisi ketiga yang berlangsung di Ruang Pertemuan lantai 5 UM Bandung pada Selasa (12/09/2023).

Fauzi menjelaskan bahwa kebutuhan pangan di Indonesia yang sangat tinggi tidaklah seimbang dengan jumlah luas lahan produktif tanaman pangan.

Hal tersebut karena banyak lahan produktif bagi tanaman pangan yang mengalami alih fungsi lahan untuk kebutuhan lain. ”Adanya tuntutan teknologi dan ekonomi membuat lahan produktif itu sekarang menjadi lahan untuk pembangunan, perumahan, hingga jalan tol,” ucap Fauzi.

Fungsi lahan menjadikan sisa lahan yang ada, kata Fauzi, harus dipaksa untuk memproduksi tanaman pangan dengan kurun waktu tiga bulan. ”Pemaksaaan inilah yang menjadikan kondisi tanah itu ’sakit’ dan menurun dalam produktivitas tanaman pangan,” jelas Fauzi.

Selain itu, penggunaan pupuk kimia yang tidak sesuai aturan oleh para petani juga menjadikan pertumbuhan tanaman tidak baik. ”Penggunaan pupuk kimia yang tidak optimal menjadikan kondisi tanah retak karena adanya endapan dari pupuk kimia tadi,” tutur Fauzi.

Oleh karena itu, menurut Fauzi, para petani harus mengurangi penggunaan pupuk yang mengandung bahan kimia. ”Penggunaan pupuk kimia ini bisa diganti dengan pupuk yang mengandung bahan-bahan ramah lingkungan,” kata Fauzi.

Meskipun begitu, kata Fauzi, pemerintah juga sudah menginisiasi pengurangan lahan dengan membangun lahan sub optimal. ”Lahan sub optimal ini merupakan lahan yang memang dipaksakan untuk menjadi lahan sawah,” terang Fauzi.

Bioteknologi

Salah satu cara mengatasi kondisi tanah yang semakin menurun, kata Fauzi, harus menggunakan pendekatan Bioteknologi. Pendekatan Bioteknologi, kata Fauzi, akan fokus pada perbaikan kondisi lahan yang sudah tidak bisa dimaksimalkan untuk menanam tanaman.

Para pakar Bioteknologi harus bisa menciptakan produk yang dapat memperbaiki kondisi tanah dengan makhluk hidup. ”Dalam hal ini, kita di bidang Bioteknologi bisa menciptakan pupuk berbasis makhluk hidup untuk meningkatkan kesuburan tanah,” tandas Fauzi.

Untuk diketahui, Mimbar Iqra edisi ketiga ini dihadiri sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hadir pula Wakil Rektor I UM Bandung, beberapa ketua program studi, inisiator Mimbar Iqra Roni Tabroni, dan sebagainya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dari awal hingga selesai. Usai pemaparan materi, narasumber dan peserta Mimbar Iqra pun berdiskusi terkait tema pembahasan. (FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pada Ahad, 25 Februari 2024, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)....

Suara Muhammadiyah

6 March 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendik....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sejumlah 50 Mahasiswa  Wisuda XXI Ahli Madya dan Sarjana STI....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Upaya merawat bumi tidak cukup berhenti pada slogan “cinta lingku....

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -“Kami mengangkat tema terkait dengan masalah karakter atau mas....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah