Fiqih Lingkungan Muhammadiyah Ditanamkan di PP Taruna Al-Qur’an

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

704
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Upaya merawat bumi tidak cukup berhenti pada slogan “cinta lingkungan”. Di Pondok Pesantren Taruna Al-Qur’an, gagasan itu dibawa lebih dekat: menjadi cara hidup yang berangkat dari iman. Melalui program PkM Reguler Non Penelitian yang didanai penuh oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tim pengabdian menggelar kegiatan bertajuk “Optimalisasi Praktek Pesantren Hijau pada Santri PP Taruna Al-Qur’an: Implementasi Fiqih Lingkungan Muhammadiyah” pada Jumat (2/1) di Sleman.

Kegiatan ini melibatkan 188 santri bersama ustazah dan unsur pengelola pondok. Fokusnya tegas: Fiqih Lingkungan Muhammadiyah tidak diposisikan sebagai kajian normatif semata, melainkan sebagai penggerak perubahan perilaku—mendorong santri memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keagamaan.

Tiga narasumber mengisi rangkaian materi, yakni ’Aabidah Ummu ’Aziizah, Bekti Wulan Sari, dan Safika. Dua mahasiswa, Nada Syawalliyani dan Wulan Qayyum, turut mendampingi jalannya kegiatan—mulai dari pengorganisasian peserta hingga dokumentasi lapangan.

Ketua PkM, ’Aabidah Ummu ’Aziizah, menekankan bahwa pendidikan ekologis tidak bisa diperlakukan sebagai program sesaat. “Rangkaian kegiatan ini harus terus berlanjut sebab mendidik generasi muda sadar lingkungan bukanlah projek sehari dua hari melainkan seumur hidup,” ujarnya.

Kepala HRD PP Taruna Al-Qur’an, Ustazah Neli, menyampaikan bahwa pemaparan narasumber memberi pengalaman baru bagi santri yang sehari-hari hidup dengan keterbatasan akses informasi. “Pemaparan dari para narasumber sangat menggugah sebab membawa banyak data empirik menarik yang selama ini para santri berjarak dengan fenomena itu sebab berada di lingkungan pondok yang minim alat komunikasi. Kami berharap ini akan semakin mengakar sebagai jati diri santri baik di pesantren ataupun di luar pesantren seperti di rumah,” tuturnya.

Salah satu hasil yang disiapkan dari kegiatan ini adalah buku puisi lingkungan karya santri. Bukan sekadar dokumentasi, melainkan medium pendidikan: mengikat kesadaran ekologis. Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana Muhammadiyah dapat menghadirkan pengaruh melampaui ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). PP Taruna Al-Qur’an bukan AUM, namun terbuka terhadap pengembangan pemikiran dan praktik yang digagas Muhammadiyah.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah sebagai kawah candradimuka proses melakukan kade....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – MAARIF Institute menyelenggarakan diskusi dengan tema "Agama, Ke....

Suara Muhammadiyah

12 September 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kaprodi Magister Hukum UAD, Prof. Dr. Fithriatus Shalihah, S.H.,M.H.....

Suara Muhammadiyah

23 August 2024

Berita

Fokus pada Islam Moderat dan Kepemimpinan Wanita  SOFIA, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya untu....

Suara Muhammadiyah

26 November 2023

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Upaya mewujudkan pusat pendidikan anak usia dini yang unggul ....

Suara Muhammadiyah

17 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah