Mimbar Kebangsaan IMM Balikpapan, Hidupkan Spirit Keadilan Sosial dalam Pancasila

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

164
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah - Di tengah berbagai persoalan ketimpangan yang masih membayangi kehidupan bangsa, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Balikpapan menggelar Diskusi Mimbar Kebangsaan: Menafsir Ulang Pancasila secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (5/6). 

Mengangkat tema “Pancasila di Persimpangan: Antara Cita Keadilan Sosial dan Realitas Ketimpangan”, forum ini menjadi ruang dialog intelektual untuk merefleksikan kembali posisi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila..

Ketua Umum PC IMM Barito Kuala, M. Aqiiba Zaiim, menyoroti belum terwujudnya amanat sila kelima Pancasila dalam kehidupan berbangsa saat ini.

“Orang-orang yg duduk dipemerintahan banyak sekali yang memikirkan dirinya sendiri, memikirkan keadilan hanya untuk kepentingan kelompoknya saja. Padahal sila kelima keadilan sosial itu untuk seluruh rakyat Indonesia, diliat sampai saat ini belum terlaksana,” ujar Aqiiba.

Menurutnya, keadilan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa Indonesia. Kebijakan publik semestinya hadir untuk menjamin kesejahteraan seluruh rakyat tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan tertentu.

Ketua Umum PC IMM Jakarta Pusat, M. Nabil Al-Farizi, menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup dipahami sebagai kerangka ideologis semata, tetapi juga harus menjadi landasan pengabdian bagi umat dan bangsa.

“Kita memaknai Pancasila bukan sekedar kerangka ideologis, tentunya Pancasila kita maknai juga dalam rangka pengkhidmatan kepada bangsa, umat,” terangnya.

Bagi Nabil, nilai-nilai Pancasila harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi pedoman dalam kerja-kerja kebangsaan generasi muda.

Ketua Umum PC IMM Balikpapan, Zufa Nadhif A menekankan, Pancasila merupakan cita-cita kolektif yang hingga hari ini masih terus diperjuangkan. Menurutnya, Pancasila itu bukan hanya dasar negara, tetapi Pancasila juga merupakan cita-cita kolektif bangsa Indonesia.

"Indonesia masih mengahadapi tidak hanya ketimpangan sosial, tapi juga ketimpangan ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila perlu terus dihadirkan dalam kebijakan pembangunan maupun praktik kehidupan bermasyarakat agar cita-cita keadilan dapat dirasakan seluruh warga negara.

Ketua PC IMM Sukoharjo Bidang Hikmah Aufa Nu’man  memberikan perspektif historis mengenai perjalanan Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia. Mulai era soeharto, Pancasila menjadi konsep suatu yang sacral, sering kali dibacakan, dijadikan symbol dalam upacara, dalam agenda-agenda untuk mengenang Pancasila.

"Di sinilah terjadi yang dinamakan kemunduran. Meminjam paradigma dari kuntowijoyo, disinilah yg awalnya era soekarno menjadi iliai kehidupan, ero soeharto terjadi mistifikasi, Pancasila hanya sebagai simbol, tapi nilai-nilainya nihil dalam kehidupan,” jelas Nu'man.

Ia menilai bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengembalikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam praktik sosial, politik, dan kebudayaan, bukan sekadar simbol yang dihadirkan dalam seremoni kebangsaan. (Najih)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meliris logo dan tema Milad....

Suara Muhammadiyah

1 October 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan NonFormal Pimpinan Pu....

Suara Muhammadiyah

8 August 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Di setiap awal tahun pelajaran MI Muhammadiyah Karanglewas Kidul atau....

Suara Muhammadiyah

22 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Wakil Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDM....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024

Berita

LANGSA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Kota Langsa melaksanakan sosialisasi mitig....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah